Bupati Jember Dirikan Klinik untuk PMI, Biaya Medical Check-Up Lebih Merakyat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Peresmian klinik medical check-up calon pekerja migran oleh Bupati Jember. Foto: Dok. kumparan

Bupati Jember, Muhammad Fawait alias Gus Fawait membikin langkah baru di bagian jasa kesehatan. Dia mendirikan klinik unik untuk melayani pemeriksaan kesehatan alias medical check-up bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI).

Menariknya bukan sekadar klinik baru, melainkan pada aspek penerapan tarif nan merakyat. Nominal biaya satu paket medical check-up apalagi diklaim sebagai nan termurah di provinsi Jawa Timur.

"Tarif medical check-up biasanya ada nan Rp 600 ribu sampai Rp 750 ribu. Tapi, di sini hanya Rp 450 ribu. Menjadi nan paling murah se-Jawa Timur," katanya.

Gus Fawait sempat berkelakar mengenai tarif rendah nan ditetapkannya. "Kalau rugi sih enggak. Masih ada untungnya walaupun sedikit," seloroh dia.

Klinik calon PMI terletak di lantai dua RSD Balung. Merupakan bagian alias unit jasa kesehatan nan berada langsung di dalam rumah sakit milik Pemkab Jember tersebut.

Ilustrasi pekerja migran. Foto: Hafiz Johari/Shutterstock

Gus Fawait mengungkap alasannya memberlakukan tarif rendah. Menurut dia, rumah sakit pelat merah kudu mendahulukan jasa publik, sehingga tidak semata-mata mencari keuntungan.

Lewat tarif murah medical check-up, Gus Fawait berambisi bisa meringankan beban penduduk nan hendak mengurus persyaratan untuk bekerja ke luar negeri.

Di samping itu, dapat mencegah penduduk terjebak jalan pintas alias jalur terlarangan nan kerap menjerumuskan para calon pekerja migran.

"Ini corak komitmen keberpihakan kami terhadap pekerja migran agar sebelum berangkat tidak terbebani biaya nan terlalu tinggi. Karena biaya medical check-up nan membebani termasuk menjadi salah satu aspek pekerja migran memilih jalur ilegal," ulasnya.

Plt Dirut RSD Balung, dr Andre Kusuma. Foto: Dok. kumparan

Gus Fawait membeberkan bahwa Plt Direktur Utama RSD Balung, dr Andre Kusuma sebagai orang nan berkedudukan krusial dibalik lahirnya klinik tersebut. Andre dinilai sukses menerjemahkan buahpikiran tentang jasa baik, tapi irit bagi kantong calon pekerja migran.

"Plt Dirut RSD Balung ini orang muda nan punya terobosan," tutur Gus Fawait memberi apresiasi kepada anak buahnya.

Andre Kusuma menyatakan, klinik mulai bisa melayani medical check-up calon pekerja migran setelah memperoleh izin resmi dari Kementerian Tenaga Kerja Indonesia.

Pelayanan langsung dilakukan oleh sejumlah master umum dan master spesialis. "Sudah lengkap, lantaran kita punya semua dokternya dan izin operasionalnya," jelas dia.

"Biaya Rp 450 ribu untuk satu paket untuk pemeriksaan klinis termasuk pemeriksaan laboratorium nan berstandar bagi calon pekerja migran," imbuh master mahir bedah syaraf itu.

Ilustrasi medical check up alias cek kesehatan. Foto: BongkarnGraphic/Shutterstock

Kepala Disnakertrans Jember, Hadi Mulyono menyampaikan info penduduk nan mengurus izin sebagai pekerja migran rata-rata sekitar 1.200 orang per tahun. Trennya pun condong nyaris sama dari tahun ke tahun.

"Misalkan nan terbaru pada tahun 2026 ini mulai Januari sampai April kurang lebih 400 orang. Atau rata-rata 100 an orang tiap bulan. Itu nan jalur resmi," tuturnya.

Hadi memperkirakan, jumlah pekerja migran via prosedur resmi bakal bertambah seiring tersedianya akses jasa medical check-up nan murah dan lokasinya dekat dengan masyarakat.

Keberadaan klinik medical check-up di RSD Balung nan berada dalam satu wilayah dengan Kantor Imigrasi Kelas I Jember tentu semakin mempermudah proses para calon pekerja migran mengurus persyaratan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan