Buntut Teror Bom di Sekolah, DPR Minta Keamanan Diperketat

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan My Esti Wijayati mengecam ancaman peledak nan menyasar SD Negeri Srengseng Sawah 15, Jakarta dan MAN 3 Padang. Ia mendesak abdi negara penegak norma segera mengusut tuntas kasus tersebut dan memproses pelaku sesuai ketentuan nan berlaku.

Menurut Esti, tindakan teror di lingkungan sekolah bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga mengganggu kewenangan anak untuk belajar dengan tenang serta menimbulkan ketakutan di kalangan siswa, guru, dan orang tua.

"Saya kira orang nan melakukan ancaman ini kurang kerjaan dan itu cukup mengganggu," tegas Esti di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Selain mendorong penegakan hukum, Esti juga menyoroti akibat psikologis pascakejadian. Ia meminta pemerintah dan pihak mengenai segera memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.

Esti juga mengimbau para orang tua untuk tetap tenang dan bijak dalam menjelaskan situasi tersebut kepada anak-anak.

"Orang tuanya secara psikologis kudu mencoba memberikan pengertian. Misalnya, 'Oh, itu ada bapak-bapak polisi memang mau menjaga sekolah.' Jadi, tidak menimbulkan ketakutan alias trauma bagi anak-anak," jelas Esti.

Ia juga meminta pihak sekolah memperketat sistem keamanan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap potensi ancaman. Menurutnya, sekolah kudu tetap menjadi ruang nan kondusif dan nyaman bagi siswa untuk belajar.

Esti berambisi abdi negara keamanan, pihak sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi untuk mencegah kejadian serupa. Dengan langkah nan sigap dan profesional, aktivitas belajar mengajar di sekolah diharapkan segera kembali kondusif.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑