Bulan Terus Bergerak Jauhi Bumi, Apa Dampaknya Bagi Manusia?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Bulan Terus Bergerak Jauhi Bumi, Apa Dampaknya Bagi Manusia? Bulan(NASA)

SATELIT alami Bumi, Bulan, rupanya secara perlahan sedang bergerak menjauh. Melalui pengamatan para ilmuwan, tetangga kosmik kita ini bergeser ke ruang angkasa nan lebih dalam dengan kecepatan 3,8 cm per tahun.

Pergeseran ini terjadi akibat pertukaran daya nan terus berjalan antara kedua objek tersebut. Meski demikian, perubahan mini ini sama sekali tidak terlihat oleh mata bugil saat kita memandang langit malam.

Gravitasi Bulan menarik Bumi sehingga menyebabkan tonjolan pada air laut (pasang-surut). Karena Bumi berotasi lebih sigap daripada orbit Bulan, tonjolan air laut ini terseret sedikit di depan posisi Bulan. Hal ini memberikan tarikan gravitasi ke depan nan menambah daya rotasi pada Bulan dan secara otomatis memperluas jalur orbitnya.

Bukti geologis purba membantu intelektual memetakan seberapa dekat jarak Bulan dan seberapa sigap planet kita berputar di masa lalu. Berdasarkan studi dalam Proceedings of the National Academy of Sciences nan menganalisis sedimen laut berumur 1,4 miliar tahun, rotasi Bumi di masa purba jauh lebih cepat. 

Penemuan fosil kerang bivalve rudist dari era Kapur Akhir sekitar 70 juta tahun lampau juga menjadi almanak biologis nan merekam pertumbuhan harian. Hasil kajian kimia menunjukkan bahwa pada akhir era dinosaurus, Bumi berotasi sebanyak 372 kali dalam setahun, bukan 365 hari seperti sekarang. 

Hal ini membikin lama satu hari pada masa itu hanya berjalan selama 23,5 jam. Fakta ini membuktikan bahwa gesekan pasang-surut air laut secara berjenjang telah memperpanjang lama hari kita seiring dengan Bulan nan terus menjauh.

Dampaknya Terhadap Kehidupan Manusia

Fenomena menjauhnya Bulan ini sering kali memicu beragam spekulasi di masyarakat, mulai dari rumor hariakhir suasana hingga akibat fatal bagi kehidupan manusia. Namun, Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menegaskan bahwa kejadian ini merupakan proses alamiah nan sangat lambat sehingga masyarakat tidak perlu merasa cemas secara berlebihan. 

Terkait dampaknya bagi manusia, pengaruh nan ditimbulkan tidak terjadi secara langsung di dalam kehidupan sehari-hari, melainkan melalui sistem alam tertentu di Bumi. 

Salah satu contoh nan paling nyata adalah kejadian pasang-surut air laut nan dipengaruhi oleh style gravitasi Bulan. Di beberapa pusat pesisir bumi seperti New York dan Los Angeles, pergerakan ini mengubah permukaan air lokal hingga lima kaki, menciptakan pasang tinggi dan rendah nan menentukan ekosistem pesisir serta jalur pelayaran bagi nelayan dan kapal dagang.

Sementara itu, untuk sistem iklim, kejadian pergeseran Bulan ini tidak memberikan pengaruh langsung lantaran lama suasana berkarakter tahunan hingga puluhan tahun.

Meskipun Bulan tidak bakal pernah bisa betul-betul lepas dari gravitasi Bumi, pergeseran lambat ini menjadi pengingat bahwa planet kita berada dalam sistem kosmik nan bergerak dan terus berubah. (IPB University, Times of India/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia