ilustrasi(freepik)
KEBIASAAN mengurangi lama waktu tidur berisiko memicu kenaikan berat badan. Hal tersebut diungkapkan dalam studi terbaru dari Columbia University Irving Medical Center nan dipublikasikan melalui jurnal Annals of Internal Medicine.
Studi tersebut menemukan bahwa orang dewasa nan memotong waktu tidur sekitar 90 menit lebih sedikit setiap malam selama enam minggu mengalami kenaikan berat badan rata-rata sekitar satu pon (sekitar 0,45 kg), sebagaimana dikutip dari siaran New York Post, Minggu (26/7).
Penelitian ini mengawasi 95 orang dewasa nan mempunyai riwayat akibat penyakit jantung alias gangguan metabolik. Peneliti membandingkan kondisi para peserta dalam dua fase berbeda, ialah enam minggu dengan waktu tidur nan cukup dan enam minggu berikutnya ketika waktu tidur mereka dikurangi sekitar 90 menit per malam.
Hasilnya, pada fase kurang tidur, para peserta secara umum mengalami kenaikan berat badan rata-rata satu pon lebih banyak serta ukuran lingkar pinggang nan sedikit melebar. Selain itu, mereka tercatat menghabiskan lebih banyak waktu untuk duduk, meskipun tingkat aktivitas bentuk sedang hingga berat relatif tidak mengalami perubahan.
Kendati berat badan meningkat, tim peneliti tidak menemukan perubahan signifikan pada massa lemak maupun massa otot. Penelitian ini juga tidak mencatat jumlah asupan makanan nan dikonsumsi peserta, sehingga penyebab pasti dari kenaikan berat badan tersebut belum dapat dipastikan secara absolut.
Menanggapi hasil studi tersebut, master ahli obstetri dan ginekologi (OB-GYN) asal Ohio, Dr. Somi Javaid, nan tidak terlibat langsung dalam penelitian, menjelaskan bahwa tidur memegang peranan sangat krusial dalam mengatur metabolisme tubuh.
Menurut Javaid, kondisi kurang tidur nan berjalan secara terus-menerus dapat menyulitkan tubuh dalam mengendalikan berat badan ideal.
Ia juga menambahkan bahwa American Heart Association sekarang telah memasukkan tidur sebagai salah satu komponen dari “Life’s Essential 8”, ialah delapan aspek utama untuk menjaga kesehatan jantung. Lembaga tersebut merekomendasikan agar orang dewasa memenuhi kebutuhan tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam.
“Kurang tidur kronis bukan sekadar kebiasaan style hidup. Kita perlu memperlakukan tidur sebagai tanda vital kesehatan,” kata Javaid.
(Ant/P-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·