Budaya dan Adat Papua Jadi Bahan Ajar bagi Anak-anak di Manokwari

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Jakarta -

Kearifan lokal, budaya, dan budaya Papua sekarang menjadi bagian dari bahan ajar bagi para siswa di Manokwari. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) merancang modul belajar melalui hal-hal nan berkawan dengan kehidupan mereka, seperti lingkungan tempat tinggal, kebiasaan keluarga, permainan tradisional, dan cerita rakyat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari Parjiyanti menyambut baik upaya tersebut. Menurutnya, kemajuan pendidikan perlu melangkah beriringan dengan pelestarian kearifan lokal.

"Saya percaya Tim Ekspedisi Patriot juga bersama-sama bekerja dengan kita untuk menghasilkan satu modul ajar nan nantinya menjadi pedoman dan praktik baik nan bisa kita ambil. Kearifan lokal ini bakal mendorong kita untuk maju. Perkembangan era bukan mendorong kita untuk melupakan kearifan lokal, tetapi keduanya melangkah seiring," ujar Parjiyanti dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia berambisi pendekatan tersebut turut membentuk generasi Manokwari nan pandai dan berkarakter, tanpa melupakan nilai-nilai budaya daerahnya. Penyusunan modul berangkat dari kebutuhan sekolah, termasuk perbedaan keahlian membaca siswa dan keterbatasan bahan ajar.

Koordinator Tim 7 TEP Unair, Imam Gazi, menjelaskan materi dirancang dengan mempertimbangkan kondisi nan ditemukan di lapangan.

"Materi disusun dekat dengan realitas kehidupan siswa untuk menjawab ketimpangan lliterasilintas fase dan keterbatasan kitab ajar," tutur Imam.

Materi modul mengangkat beragam unsur kehidupan masyarakat setempat, mulai dari bahasa, cerita rakyat, permainan tradisional, pengetahuan lokal, kesenian, hingga budaya dan kebiasaan sehari-hari. Misalnya, aktivitas family di kebun alias makanan nan dikenal anak dapat menjadi titik awal untuk mengenalkan konsep pelajaran di sekolah.

Penyusunan modul juga melibatkan tenaga pendidik dan pemangku kepentingan melalui obrolan golongan pada 29 September 2026. Masukan dari para peserta menjadi bahan untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan sekolah dan karakter siswa.

Upaya ini sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pentingnya pendidikan berkualitas. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pendidikan merupakan fondasi bagi kemajuan bangsa.

"Tidak mungkin kita menjadi negara sejahtera, tidak mungkin kita menjadi negara maju, jika pendidikan kita tidak baik, pendidikan kita tidak berhasil," ujar Prabowo dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional pada Jum'at (2/5) tahun lalu.

Di Papua, perhatian terhadap akses dan kualitas pendidikan juga menjadi bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya kehadiran negara untuk memastikan anak-anak memperoleh kesempatan pendidikan.

"Pendidikan itu sangat mendasar. Ketika family kurang bisa tidak mempunyai kapabilitas untuk menyekolahkan putra-putrinya, maka negara kudu hadir, pemerintah hadir," ungkap AHY.

Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan bahwa keberhasilan Tim Ekspedisi Patriot kudu dilihat dari akibat nyata nan dihasilkan bagi masyarakat.

"Yang paling krusial adalah seberapa besar akibat nan dihasilkan. Ukurannya bukan berapa banyak peserta nan kita kirim, tetapi perubahan nyata nan kita tinggalkan bagi masyarakat," pungkas Iftitah.

Tahap berikutnya, TEP Unair berencana menguji penggunaan modul dalam pembelajaran. Tim bakal mengawasi perkembangan keahlian siswa dan menghimpun masukan pembimbing sebagai bahan penyempurnaan. Melalui penyusunan dan pengetesan modul ini, TEP Unair berambisi dapat mendukung pembelajaran nan lebih sesuai dengan kebutuhan anak serta memperkuat keahlian literasi di area transmigrasi Prafi.

(akd/akd)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑