PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi penyalur terbesar dalam Akad Massal KPR Rumah Subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) nan digelar Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) berbareng Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti janji secara langsung dan daring dari beragam wilayah Indonesia. Jumlah tersebut menempatkan BTN sebagai kontributor terbesar di antara bank-bank penyalur dalam aktivitas tersebut.
Berdasarkan siaran pers resmi BP Tapera, janji massal kali ini melibatkan 62.710 debitur KPR Sejahtera FLPP, terdiri atas 200 debitur nan datang langsung dan 62.510 debitur nan mengikuti secara daring. Akad dilaksanakan serentak di sedikitnya 130 titik pada 372 kabupaten dan kota di 36 provinsi.
Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa perumahan merupakan kebutuhan nan sangat vital bagi masyarakat. Presiden mendorong pemerintah, perbankan, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja lebih cepat, memperkuat kerja sama, serta mencari terobosan baru dalam meningkatkan penyediaan rumah layak bagi rakyat.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pencapaian BTN sebagai penyalur terbesar dalam janji massal tersebut tidak terlepas dari support Danantara Indonesia nan terus memperkuat kerjasama ekosistem perumahan nasional. Sinergi tersebut mempererat keterhubungan antara kebijakan pemerintah, pembiayaan, pengembang, dan seluruh pelaku industri sehingga semakin banyak masyarakat dapat mengakses kediaman nan layak dan terjangkau.
“Pencapaian BTN sebagai penyalur terbesar dalam janji massal ini merupakan hasil kerja bersama. Dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat kerjasama ekosistem perumahan nasional membikin sinergi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh pelaku industri semakin solid. Kolaborasi inilah nan memperluas kapabilitas BTN dalam menghadirkan pembiayaan rumah nan lebih mudah dijangkau masyarakat,” ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).
Menurut Nixon, janji massal tersebut menjadi bukti bahwa kerjasama nan kuat bisa menghadirkan faedah nyata bagi masyarakat. BTN mengambil peran sebagai penyedia pembiayaan dan layanan, sementara support Danantara memperkuat integrasi ekosistem sehingga sisi permintaan dan penyediaan rumah dapat tumbuh secara beriringan.
“Keikutsertaan 30.203 debitur BTN menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap rumah nan layak dan terjangkau. Kami bakal terus mempercepat layanan, memperluas akses pembiayaan, dan menjaga kualitas penyaluran agar semakin banyak family Indonesia dapat mempunyai rumah pertama,” kata Nixon.
Akad massal tersebut berjalan di tengah meningkatnya realisasi pembiayaan rumah subsidi nasional. Hingga 29 Juli 2026, BP Tapera mencatat penyaluran FLPP telah mencapai 118.756 unit rumah senilai Rp 14,76 triliun nan disalurkan melalui 43 bank penyalur.
Berdasarkan paparan Kementerian PKP per 29 Juli 2026, BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, tertinggi di antara seluruh bank Himbara. Sementara itu, PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatat penyaluran 28.282 unit. Dengan demikian, BTN dan BSN secara bersama-sama telah menyalurkan 84.048 unit rumah subsidi melalui jasa konvensional dan syariah, memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah nan terjangkau.
Salah satu penerima faedah BTN nan menerima kunci rumah secara simbolis adalah Sutam Sapto Wibowo, pengemudi ojek online asal Kabupaten Bantul. Sutam memperoleh rumah dengan angsuran sekitar Rp1,05 juta per bulan. Selain pengemudi ojek online, penerima faedah dalam janji massal ini juga berasal dari beragam profesi, antara lain guru, perawat, pemuka agama, buruh, pedagang, asisten rumah tangga, personil TNI dan Polri, hingga pelaku upaya kecil.
Perkuat Ekosistem dari Permintaan hingga Pasokan
Selain menyalurkan KPR kepada masyarakat, BTN juga memperkuat sisi penyediaan rumah melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Berdasarkan paparan Kementerian PKP, realisasi KPP BTN hingga 29 Juli 2026 telah mencapai sekitar Rp4,39 triliun untuk mendukung pembiayaan pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, dan pelaku upaya lain dalam rantai pasok perumahan.
“Melalui KPR, BTN membantu masyarakat mempunyai rumah. Melalui KPP, kami membantu developer dan pelaku upaya meningkatkan pasokan hunian. Dukungan Danantara memperkuat sinergi tersebut sehingga pembangunan ekosistem perumahan dapat melangkah lebih terintegrasi, mulai dari sisi pembiayaan hingga penyediaan rumah,” ujar Nixon.
BTN juga mempermudah masyarakat menemukan kediaman melalui balé Properti, jasa digital nan menyediakan info pilihan rumah, harga, lokasi, simulasi cicilan, hingga akses pengajuan KPR dalam satu ekosistem.
“Menjadi penyalur terbesar bukan tujuan akhir. nan terpenting adalah semakin banyak family Indonesia dapat menemukan rumah nan sesuai, memperoleh pembiayaan dengan mudah, dan betul-betul menghuni rumah nan layak serta terjangkau. Itulah komitmen nan terus kami jaga berbareng seluruh mitra dalam ekosistem perumahan,” pungkas Nixon.
42 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·