BTN jaga kualitas angsuran meski ada restrukturisasi musibah Sumatera.
, JAKARTA, – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tetap menjaga kualitas portofolio angsuran meskipun ada kebijakan restrukturisasi angsuran akibat musibah banjir nan melanda wilayah Sumatera pada akhir 2025.
“Karena kita restru, tentu selama masa restru impact ke kualitas (kredit) itu bisa kita jaga dengan baik,” kata Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar dalam konvensi pers di Jakarta, Rabu (15/4).
Hirwandi mengungkapkan bahwa nilai angsuran nan direstrukturisasi mencapai sekitar Rp530-550 miliar, sebagian besar merupakan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi. Kebijakan restrukturisasi ini memberikan kelonggaran pembayaran angsuran selama satu tahun berasas Peraturan OJK nan berlaku.
Pemulihan Berbeda di Setiap Wilayah
Mengenai proses pemulihan, Hirwandi menjelaskan bahwa tiap wilayah mempunyai tingkat pemulihan nan berbeda. Wilayah Aceh diperkirakan memerlukan waktu lebih lama untuk pemulihan dibandingkan Sumatera Barat dan Sumatera Utara nan relatif lebih sigap pulih. “Kalau kita lihat di Aceh, rumah-rumahnya itu sudah dipenuhi oleh tanah,” ujarnya.
BTN mencatat bahwa rasio non-performing loan (NPL) berada dalam tren membaik hingga Maret 2026, dengan NPL KPR subsidi di bawah 1,4 persen, menunjukkan manajemen perkreditan nan membaik.
Kebijakan Restrukturisasi dan Evaluasi Lanjutan
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa kebijakan restrukturisasi bertindak seragam selama satu tahun sebagai respons sigap atas kondisi darurat. “Menembus lokasinya itu susah di beberapa titik. Jadi gimana kita mau kasih judgement? Akhirnya kita buat peraturan, ya sudah, sama dulu satu tahun,” jelasnya.
Nixon menambahkan pertimbangan lanjutan bakal dilakukan menjelang akhir periode restrukturisasi untuk menilai perkembangan pemulihan. Menurutnya, Sumatera Utara dan Sumatera Barat menunjukkan pemulihan, sementara Aceh tetap menghadapi tantangan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kebijakan unik bagi debitur terdampak musibah di Sumatera nan bertindak selama tiga tahun sejak 10 Desember 2025, dengan total restrukturisasi angsuran mencapai Rp12,58 triliun kepada 237.083 nasabah.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·