Taufik Fajar
, Jurnalis-Selasa, 16 Juni 2026 |11:04 WIB

Bank BTN (Foto: Okezone)
JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan pertumbuhan keahlian konsolidasi nan positif hingga Mei 2026. Perseroan berbareng entitas anak, Bank Syariah Nasional (BSN), sukses membukukan untung bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun alias meningkat 54,37% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode nan sama tahun lampau sebesar Rp1,19 triliun.
Berdasarkan laporan finansial bulanan konsolidasi BTN, pendapatan kembang bersih (Net Interest Income/NII) tercatat sebesar Rp7,13 triliun hingga Mei 2026 alias tumbuh 15,15% yoy dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,19 triliun.
Pertumbuhan keahlian BTN secara konsolidasi tersebut juga didukung oleh peningkatan penyaluran angsuran dan pembiayaan. Hingga Mei 2026, total angsuran dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp403,06 triliun alias tumbuh 9,97% yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp366,52 triliun.
Sementara itu, total biaya pihak ketiga (DPK) konsolidasi BTN tercatat mencapai Rp433,95 triliun alias meningkat 9,09% yoy dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya sebesar Rp397,78 triliun.
Selain itu, BTN juga sukses menjaga pertumbuhan profitabilitas operasional. Hingga Mei 2026, untung operasional konsolidasi tercatat sebesar Rp2,39 triliun alias tumbuh 58,37% yoy dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,51 triliun.
Adapun pre provision operating keuntungan (PPOP) BTN Group mencapai Rp3,98 triliun hingga Mei 2026 alias meningkat 20,07% yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp3,31 triliun.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·