BSSN Uji Setiap Sistem Keamanan Demi Perlindungan dan Pertahanan Data Nasional

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Mengamini perihal tersebut, CEO R17 Group, Hengky Witarsa banyaknya terjadi attack alias serangan dari bumi maya adalah perihal nan tidak sepele. Karenanya, kerjasama antar stake holder menjadi perihal utama dalam membangun ketahanan digital nasional.

“Ketahanan digital hanya dapat diwujudkan melalui kerjasama nyata antara regulator dan industri. Kami mendorong pendekatan secure-by-design agar penemuan upaya dapat melangkah seiring dengan perlindungan data,” pesan Hengky.

Menambahkan perihal itu, Perwakilan dari Cyble, Rangga F, selaku Country Manager, menyampaikan bahwa meningkatnya jejak digital memperbesar akibat terhadap aset data, terutama dengan maraknya aktivitas di forum dan marketplace dark web. Karena itu, teknologi pemantauan dark web dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan visibilitas dan kecepatan penemuan ancaman.

Di sisi lain, General Manager Virtus Technology Indonesia, Wisnu Nursahid, CISSP, menekankan bahwa cyber resilience sekarang menjadi kebutuhan utama organisasi.

“Pendekatan keamanan berbasis AI bisa meningkatkan kecermatan deteksi, mempercepat respons, serta memperkuat perlindungan tanpa menghalang operation bisnis,” dia menandasi.

Sebagai informasi, ke depan, penguatan ketahanan digital Indonesia memerlukan langkah strategis nan berkelanjutan, mulai dari percepatan pembentukan badan pengawas data, penguatan koordinasi lintas lembaga, hingga investasi dalam pengembangan talenta dan teknologi.

Diketahui, melalui R17 Podcast Show, R17 Group berkomitmen untuk terus mendorong kerjasama nyata nan tidak hanya bisa menjawab tantangan saat ini, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi keamanan info dan kedaulatan digital Indonesia di masa depan.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita