Kepala Badan Siber dan Sandi Negara RI Nugroho Sulistyo Budi (kiri) saat menghadiri 11th ASEAN Ministerial Conference on Cybersecurity (AMCC) di Singapura, Rabu (14/10/2026) .(Dok. BSSN)
PEMERINTAH Indonesia mendorong penguatan ketahanan siber di area regional ASEAN pada 11th ASEAN Ministerial Conference on Cybersecurity (AMCC) nan diselenggarakan dalam rangkaian Singapore International Cyber Week (SICW) 2026.
Dalam pertemuan nan digelar di Singapura, Rabu (14/10), Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI Nugroho Sulistyo Budi menyampaikan pandangan Indonesia mengenai pentingnya membangun ketahanan siber kolektif ASEAN.
"Ketahanan siber dimaksud dilandasi dengan kepercayaan, transparansi, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta penguatan kerja sama nan inklusif dan berorientasi pada hasil nyata," ucap Nugroho, seperti dikutip dari keterangan nan diterima, Kamis (15/10).
Oleh karenanya, Kepala BSSN menyatakan Indonesia bakal terus mendorong peningkatan kerja sama operasional antar-Tim Tanggap Darurat Keamanan Siber (CERT) nasional, penguatan pelindungan prasarana kritis, pengembangan kapabilitas dalam menghadapi ancaman berbasis kepintaran buatan (AI), serta pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dalam mempersiapkan transisi menuju kriptografi pascakuantum.
Melalui perbincangan berbareng negara-negara mitra ASEAN, Indonesia juga menegaskan pentingnya memperluas kemitraan internasional, termasuk dengan industri teknologi dan akademisi, untuk memperkuat keahlian area dalam mengantisipasi dan merespons ancaman siber nan terus berkembang.
Partisipasi BSSN dalam AMCC Ke-11 menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkedudukan aktif dalam memperkuat kerja sama keamanan siber ASEAN, dengan menjunjung prinsip ASEAN Centrality, guna mewujudkan area digital nan aman, tangguh, terpercaya, dan inklusif.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut dipimpin oleh Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo serta dihadiri oleh para menteri dan pejabat tinggi nan membidangi keamanan siber dari negara-negara personil ASEAN.
Selain itu, datang pula perwakilan Sekretariat ASEAN (ASEAN Secretariat) serta perwakilan tingkat tinggi negara-negara Mitra Dialog ASEAN (ASEAN Dialogue Partners) dalam sesi unik untuk memperkuat kerja sama keamanan siber regional dan internasional.
AMCC Ke-11 menjadi momentum strategis bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat komitmen berbareng dalam menghadapi perkembangan ancaman siber nan semakin kompleks dan melampaui pemisah negara.
Sejumlah rumor utama nan mengemuka meliputi ancaman siber berbasis AI, ransomware, penipuan daring, pelindungan Infrastruktur Informasi Vital (IIV), serta kesiapan menghadapi perkembangan komputasi kuantum melalui migrasi menuju Post-Quantum Cryptography (PQC).
Dalam pertemuan tersebut, negara-negara ASEAN juga menyambut ASEAN Cybersecurity Cooperation Strategy 2026-2030 sebagai arah strategis penguatan kerja sama keamanan siber kawasan, termasuk peningkatan pertukaran info ancaman siber, pengembangan kapasitas, dan penguatan operasional ASEAN Regional CERT. (Ant/P-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·