Audiensi BRIN dengan Media Group di Gedung Metro TV, Jumat (14/8).(MI/Ficky Ramadhan)
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Media Group memperkuat sinergi dan kerjasama untuk mendorong perkembangan riset dan penemuan di Indonesia. Hal itu dibahas dalam audiensi BRIN dengan Media Group nan berjalan di Gedung Metro TV, pada Jumat (14/8).
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas penyebarluasan info mengenai riset dan penemuan nan dilakukan BRIN kepada masyarakat. Dengan support media, beragam hasil penelitian diharapkan tidak hanya diketahui ketika telah viral, tetapi dapat dipahami masyarakat sejak proses hingga manfaatnya.
Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan, kerja sama antara BRIN dan Media Group telah terjalin dalam beragam kegiatan. Audiensi menjadi momentum untuk memperkuat sinergi nan selama ini telah berjalan, baik melalui Metro TV, Media Indonesia, maupun unit upaya Media Group lainnya.
"Sejak lama kami sudah banyak bersama, bekerja-sama dalam banyak hal. Kesemuanya ini kita bakal beraudiensi untuk meningkatkan sinergi dan kerjasama antara BRIN dengan Media Group," kata Arif.
Menurut Arif, kerjasama dengan media krusial untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap beragam hasil riset dan penemuan nan dikembangkan BRIN.
"Menurut saya ini sangat krusial sekali untuk kepentingan gimana inovasi-inovasi nan ada di BRIN ini bisa semakin dipahami secara luas oleh masyarakat kita," ujarnya.
Ia menambahkan, BRIN dan Media Group perlu membangun kesamaan gelombang agar kerjasama ke depan dapat melangkah lebih efektif. Kesamaan pemahaman mengenai arah riset, inovasi, serta kebutuhan masyarakat menjadi salah satu fondasi dalam membangun kerja sama nan berdampak.
"Saya kira penting, lantaran model kerjasama itu kan satu frekuensi. Terbangun gelombang nan sama itu bakal mudah kerjasama kita ke depan," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Metro TV sekaligus Media Indonesia, Arief Suditomo, menyambut baik rencana penguatan kerjasama tersebut. Menurutnya, tetap banyak masyarakat Indonesia nan belum mengetahui beragam riset nan sedang dilakukan BRIN.
"Tentu kita menyambut baik kerjasama ini dengan BRIN. Mungkin banyak masyarakat Indonesia nan tetap belum tahu mengenai dengan riset nan sedang dilakukan oleh BRIN untuk masyarakat Indonesia sendiri,” ujar Arief.
Ia menilai, selama ini masyarakat terkadang baru mengetahui hasil riset dan penemuan setelah produk tersebut ramai alias viral di media sosial. Arief mencontohkan penemuan berupa sepatu dan genteng nan sempat menjadi perhatian publik.
"Kadang pun masyarakat juga baru mengetahui riset alias hasil penemuan itu setelah viral saja di media sosial, seperti sepatu dan genteng waktu itu nan sempat ramai," katanya.
Padahal, lanjut Arief, di kembali sebuah hasil penemuan terdapat proses penelitian dan pengembangan nan panjang. Proses tersebut mencakup penelitian, pengujian, hingga penyesuaian agar hasil riset dapat menghasilkan penemuan nan berfaedah bagi masyarakat dan dapat berjalan selama bertahun-tahun.
“Padahal di kembali itu ada upaya dari BRIN, mulai dari meneliti, mencocok-cocokkan penelitian tersebut nan mungkin bisa bertahun-tahun," ucapnya.
Karena itu, Arief berambisi kerjasama antara BRIN dan Media Group dapat segera direalisasikan untuk membantu memperkenalkan proses maupun hasil riset BRIN kepada masyarakat secara lebih luas.
"Jadi kami sambut baik kerjasama ini nan mungkin kita bisa lakukan secepatnya, dekat-dekat ini," pungkasnya.
Melalui kerjasama tersebut, BRIN dan Media Group diharapkan dapat membangun ekosistem komunikasi riset nan lebih kuat, sehingga hasil penelitian dan penemuan nasional tidak hanya menjadi informasi, tetapi juga semakin dikenal, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·