Karena itu, menurut Hubbal, Astra Agro memandang kunjungan ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa perlindungan biodiversitas telah menjadi bagian dari praktik operasional perusahaan.
"Melalui kunjungan ini, Astra Agro mau memperlihatkan beragam inisiatif konservasi nan telah dijalankan, sekaligus membuka ruang masukan dan kerjasama agar upaya pelestarian keanekaragaman hayati dapat terus diperkuat," terang dia.
Hubbal menambahkan, dalam pengelolaan keanekaragaman hayati, perusahaan melindungi dan mengelola area Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Stok Karbon Tinggi (SKT), menjaga ekosistem alami seperti sempadan sungai, rimba sekunder, dan lahan gambut, serta memastikan tidak ada pengembangan pada area nan teridentifikasi mempunyai nilai konservasi alias stok karbon tinggi.
"Perseroan juga memperkuat pemantauan biodiversitas melalui inventarisasi dan pencatatan tanaman serta hewan di area operasional," kata dia.
"Kegiatan ini menjadi dasar untuk menilai tren keanekaragaman hayati, mengidentifikasi jenis kunci, serta mengevaluasi efektivitas pengelolaan area konservasi," sambung Hubbal.
Sepanjang 2025, Astra Agro mencatat pemantauan terhadap 1.579 jenis tanaman dan 755 jenis fauna. Pada periode nan sama, perseroan merehabilitasi 193,09 hektare area melalui penanaman 49.390 pohon.
"Melalui kunjungan BRIN, Astra Agro berambisi praktik konservasi nan telah dijalankan dapat memperkaya kajian ilmiah mengenai kontribusi sektor swasta terhadap sasaran keanekaragaman hayati nasional dan global," terang Hubbal.
"Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa industri sawit dapat mengambil peran dalam agenda konservasi melalui pengelolaan nan mengedepankan keterbukaan, ketertelusuran, dan tanggung jawab lingkungan," tandas dia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·