Layar memampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta.(Dok. Antara)
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyambut positif langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem finansial nasional melalui kenaikan suku kembang referensi BI-Rate sebesar 50 pedoman poin menjadi 5,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19–20 Mei 2026.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, perseroan memandang kebijakan tersebut sebagai langkah pre-emptive dan forward looking Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat daya tahan perekonomian nasional di tengah dinamika dunia nan tetap penuh ketidakpastian.
“Kami menyambut baik langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem finansial nasional dalam penyesuaian suku kembang acuan,” ujar Dhanny dalam keterangan nan diterima Media Indonesia, Rabu (20/5).
BRI meyakini esensial ekonomi domestik tetap tetap resilien. Hal itu ditopang oleh pertumbuhan ekonomi nan terjaga, inflasi nan relatif terkendali, serta aktivitas konsumsi masyarakat nan tetap menunjukkan tren positif.
“Serta aktivitas konsumsi nan tetap menunjukkan tren positif,” kata Dhanny.
Dalam menghadapi dinamika suku kembang tersebut, BRI menegaskan tetap konsentrasi menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas secara berkelanjutan. Perseroan juga terus memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan biaya murah alias current account saving account (CASA) dengan memperkuat ekosistem transaction banking guna menjaga efisiensi biaya dana secara berkelanjutan.
Di sisi lain, BRI memastikan kegunaan intermediasi tetap melangkah dengan selective growth dan mengedepankan prinsip kehati-hatian, khususnya dalam penyaluran angsuran kepada segmen upaya mikro, mini dan menengah (UMKM), dan sektor produktif nan menjadi konsentrasi utama perseroan. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·