Feby Novalius
, Jurnalis-Kamis, 26 Februari 2026 |19:35 WIB

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi di Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 . (Foto: Okezone.com/BRI)
JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat untung sebesar Rp57,132 triliun sepanjang 2025. Perseroan membukukan keahlian upaya nan solid meski laju ekonomi dunia melambat, didorong oleh struktur pendanaan nan kuat, pertumbuhan angsuran nan terjaga, serta perbaikan kualitas aset secara berkelanjutan.
Capaian ini sekaligus memperkuat peran BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan produktif dan support terhadap ekonomi kerakyatan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian global, perekonomian domestik tetap resilien. Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat sekitar 5,1% dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,2% pada 2026, ditopang oleh kuatnya permintaan domestik. Inflasi Indonesia juga terkendali dalam kisaran sasaran Bank Indonesia, ialah sekitar 2,9%, dan diproyeksikan stabil pada 2026. Kondisi tersebut mendukung daya beli masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi kebijakan moneter nan lebih akomodatif.
“Secara keseluruhan, kombinasi inflasi nan terjaga, kebijakan moneter nan lebih longgar, dan ketahanan konsumsi domestik memberikan fondasi nan cukup kuat bagi ekonomi Indonesia ke depan,” ujar Hery dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 di Kantor Pusat BRI Jakarta pada Kamis (26/2/2026).
Lebih lanjut, Hery menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi dan keahlian positif perbankan menjadi fondasi kokoh bagi pertumbuhan berkelanjutan. Kombinasi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) nan impresif, kualitas aset nan sehat, likuiditas nan kuat, rasio angsuran bermasalah nan terjaga di level 2,05%, serta profitabilitas nan stabil memberikan ruang bagi industri perbankan untuk melanjutkan ekspansi pada 2026.
Berangkat dari fondasi nan solid tersebut, BRI sebagai bank nan berfokus pada ekonomi kerakyatan mengambil peran strategis melalui support terhadap beragam program prioritas pemerintah, sejalan dengan upaya percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen utama pembiayaan sektor produktif.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur, dengan sektor pertanian menjadi kontributor terbesar mencapai Rp80,09 triliun alias 44,97% dari total penyaluran KUR.
Selain mendukung UMKM, BRI juga memperluas akses pembiayaan perumahan melalui partisipasi dalam Program 3 Juta Rumah. Hingga akhir Desember 2025, BRI telah menyalurkan KPR Subsidi sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia. Untuk 2026, Perseroan optimistis dapat menyalurkan pembiayaan FLPP sebanyak 60.000 unit rumah subsidi.
Di sisi lain, BRI turut berkedudukan aktif dalam beragam program strategis pemerintah lainnya, termasuk support terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta menyalurkan support sosial non-tunai seperti PKH, Sembako, Sembako Stimulus, dan BLT Kesra. Rangkaian inisiatif tersebut menegaskan peran BRI sebagai mitra utama pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan dan memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·