Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 dalam Konferensi Pers APBN KiTA nan digelar pada Jumat (5/6/2026).
Di tengah ketidakpastian dunia dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Menkeu menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap solid dengan realisasi APBN nan menunjukkan tren sangat positif.
"Realisasi APBN sampai Mei 2026 terus menunjukkan positif," kata Purbaya, dalam konvensi pers, Jumat (5/6/2026).
Posisi defisit APBN saat ini tetap sangat terjaga, terukur, dan sesuai kreasi APBN 2026. Pembiayaan anggaran juga dikelola secara prudent, efisien, dan elastis mengikuti dinamika pasar keuangan.
Defisit APBN meningkat tipis mencapai Rp 180,4 triliun atau 0,70% dari PDB. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Rp164,4 triliun alias 0,64% dari PDB pada akhir April 2026.
Dari realisasi APBN ini, pendapatan negara hingga akhir Mei 2025 mencapai Rp 1.185 triliun dan shopping negara mencapai Rp 1.365,4 triliun hingga akhir Mei 2026. Adapun, keseimbangan primer tercatat surplus sebesar Rp58,6 triliun.
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·