BPS Ingatkan Risiko El Nino, Soroti Risiko Inflasi Harga Pangan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Direktur Statistik Harga BPS, Sarpono (kiri), dalam workshop wartawan di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan kejadian El Nino ekstrem alias El Nino Godzilla nan diperkirakan terjadi mulai April berpotensi memengaruhi inflasi ke depan, terutama melalui dampaknya terhadap produksi dan produktivitas sektor pertanian.

Direktur Statistik Harga BPS, Sarpono, menjelaskan kondisi musiman seperti El Nino dapat menurunkan produktivitas lahan, sehingga berakibat pada berkurangnya pasokan komoditas kebutuhan pokok.

“Sehingga produktivitas misalnya kebutuhan pokok terutama biasanya mengenai dengan kondisi volatil food ya, nan mengenai komponen itu mungkin kudu ada langkah nan diambil untuk stabilisasi nilai melalui impor dan sebagainya,” kata Sarpono dalam Workshop Wartawan di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (21/4).

Meski demikian, Sarpono menekankan besaran akibat terhadap inflasi belum dapat dipastikan secara konkret. Ia melanjutkan, pemerintah perlu mengantisipasi kondisi ini melalui langkah stabilisasi, seperti pengendalian pasokan alias kebijakan impor jika diperlukan.

“Jadi ya mengenai dengan kondisi tertentu nan mengenai inflasi ini bisa jadi bakal berpengaruh, tapi sejauh mana, dampaknya itu belum diukur untuk penyesuaiannya,” sebut Sarpono.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, mengatakan perkiraan akibat El Nino Godzilla berjalan sekitar enam bulan, sehingga kesiapan persediaan beras dinilai lebih dari cukup untuk menjaga pasokan.

“Estimasi El Nino itu hanya 6 bulan sedangkan persediaan kita 11 bulan artinya lebih dari cukup,” ucap Amran di kantornya, dikutip Selasa (24/1).

Untuk mengantisipasi kekeringan, Kementan juga mulai menyalurkan support bibit padi tahan kering, khususnya untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari satu kali menjadi dua kali tanam dalam setahun.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan