BP BUMN-Kementerian Investasi Bakal di Bawah Kemenko Hilirisasi

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia memberikan bocoran mengenai kementerian nan bakal berada di bawahnya. Kelak, daftar kementerian itu bakal ada dalam Peraturan Presiden (Perpres).

Sebelumnya, Bahlil pernah menyebut bahwa ada tiga kementerian nan berada di bawahnya ialah Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Investasi/BKPM.

Nah nan terbaru, BP BUMN juga bakal berada di bawah Kemenko nan dipimpinnya. "Itu kan kelak di Perpres, mungkin Perpres-nya sejenak lagi selesai. Tetapi nan tadi rapat dengan saya, itu adalah Pak BP BUMN, Kementerian Investasi, Insya Allah sudah nyaris pasti di bawah koordinasi Kementerian Kemenko Hilirisasi, ya. Rasa-rasanya ya. Tapi itu baru feeling ya, feeling," terang Bahlil saat Konfrensi Pers di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (16/10/2026).

Anggaran Kemenko Hilirisasi & Transisi Energi

Sebelumnya, Bahlil sudah menjelaskan bahwa operasional Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi sepenuhnya menggunakan alokasi anggaran Kementerian ESDM. Langkah ini diambil agar pembentukan kementerian koordinator baru tidak menciptakan pembengkakan pengeluaran negara.

"Saya mengatakan bahwa dengan penambahan menko baru ini bukan berfaedah kita kudu melakukan pemborosan. Saya enggak mau, saya jenis saya bukan seperti itu. Jadi kami sudah menyampaikan bahwa Menko Hilirisasi ini lantaran menterinya satu, jadi kita memakai anggaran dari Kementerian ESDM. Tidak ada menko, kelak di situ dibagi. nan kedua, gajinya juga satu aja. Sekalipun dua Perpres, gajinya satu aja," ujar Bahlil.

Selain penghasilan tunggal, Bahlil mengungkapkan bahwa seluruh penghasilan dan biaya operasional menteri nan dia terima selama ini rutin disisihkan untuk aktivitas sosial.

"Dan memang secara kebetulan saya sejak menjadi menteri, insya Allah saya dari penghasilan saya maupun dari biaya operasional saya selalu saya sisihkan semuanya untuk kepada saudara-saudara saya nan berkuasa untuk saya bantu. Ada di nan teman-teman kan aktivis kan banyak ya, adik-adik saya kan banyak. Jadi itu saya kasih ke situ, kemudian nan membutuhkan, ya," jelasnya dalam paparan.

Lebih lanjut, dari sisi tata kelola penganggaran, Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi tidak membentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tersendiri. Seluruh kegunaan manajemen dan koordinasi dilaksanakan secara efisien dengan mengoptimalkan DIPA Kementerian ESDM.

"DIPA-nya juga hanya DIPA satu, DIPA Menteri ESDM. Ruang lingkup koordinasinya aja nan berbeda, kira-kira begitu. Jadi jangan sampai media bilang ini lantaran menambah kementerian, pemborosan duit negara, enggak ada," tambahnya.

Mengenai ruang lingkup tugasnya, Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi difokuskan untuk melakukan sinkronisasi kebijakan antar-kementerian. Koordinasi tersebut melibatkan kementerian teknis seperti Kementerian ESDM, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, hingga Kementerian Perindustrian guna mempercepat program hilirisasi dan kedaulatan daya nasional.

"Nah, Kementerian Menko Hilirisasi ini bakal melakukan sinkronisasi program antara Kementerian Investasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, dan beberapa kementerian lain nan bisa kita melakukan sinkronisasi agar kemudian bisa melakukan percepatan," tandasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑