Botok Pati dkk Kecewa Ketua DPR Tak Temui Massa Aksi, Puan Bilang Begini

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jakarta -

Aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono namalain Botok berbareng sejumlah rekannya kecewa lantaran Ketua DPR Puan Maharani tak menemui massa tindakan secara langsung. Kekecewaan Botok cs lainnya ialah Puan tak berada di ruang paripurna saat penyampaian perkembangan RUU Perampasan Aset oleh Ketua Komisi III DPR Habiburokhman.

Botok dkk diterima oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsurijal hingga Saan Mustopa di ruang Abdul Muis, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Perwakilan AMPB, Teguh Istiyanto, mengatakan massa datang dari tempat nan jauh.

"Ini di depan, itu ada rakyat Indonesia, Pak. Di depan sana, itu bukan aktivis, Pak. Rakyat murni, Pak. nan pengin bersuara. Tolong, entah kelak melalui perwakilan, tolong temui, ya Pak, ya? Mereka datang dari Pati, tempat nan jauh, Pak, dari sini. Kemudian ada nan dari Surabaya. Ada nan dari Bali. Tolong," kata Teguh ke ketua DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teguh mempertanyakan keberadaan Ketua DPR Puan Maharani nan sempat tak ada di ruang paripurna pada saat Botok cs mendengarkan progres RUU Perampasan Aset. Teguh menyebut keberadaan Ketua DPR krusial pada momen itu.

"Seharusnya sih nan kami minta menemui Ibu Ketua, tapi tadi di sidang paripurna tidak hadir. Dan saya nyatakan saya kecewa. Sidang paripurna itu sidang nan paling krusial kok tidak hadir. Ini namanya menyepelekan negara. Untuk selanjutnya, saya minta untuk semua sidang semua personil itu hadir. Ini memikirkan negara kok nggak hadir," ungkapnya.

Untuk diketahui, Puan datang di sela-sela saat berlangsungnya rapat paripurna DPR, tepatnya saat pembicaraan tingkat II alias pengambilan keputusan RUU tentang Pertanggungjawaban Atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025 nan dilaporkan oleh Wakil Badan Anggaran DPR Jazilul Fawaid sekitar pukul 11.15 WIB.

Puan sebelumnya tak terlihat saat penyampaian perkembangan RUU Perampasan Aset pada awal rapat. Wakil Ketua DPR Sari Yuliati dan Ketua DPR Puan kemudian memimpin rapat menggantikan Dasco, Saan dan Cucun nan menerima massa di rumah Abdul Muis pada momen nan sama.

Ditemui terpisah oleh wartawan parlemen, Puan memberikan penjelasan mengenai tak datang pada awal rapat paripurna. Puan mengatakan ketua DPR membagi tugas dalam setiap agenda.

"Kemudian mengenai dengan kenapa ketua DPR sekarang saya berdua dengan Bu Sari, Pak Dasco ada berbareng Pak Saan, Pak Cucun, ada di menerima masyarakat alias aspirasi. Ya memang kami membagi tugasnya lantaran kan saya sama Bu Sari tadi mimpin paripurna," kata Puan usai rapat paripurna.

Puan mengatakan sebelumnya tak datang pada awal rapat penyampaian perkembangan RUU Perampasan Aset lantaran ada aktivitas lainnya. Ketua DPP PDIP itu menyebut setiap ketua DPR mempunyai peran masing-masing.

"Sebelumnya Pak Dasco mimpin paripurna, saya tadi ada pertemuan dulu. Ya ini memang ketua ada satu ketua, empat wakil ketua. Memang bekerja untuk bisa menemui masyarakat, aspirasi dan mempunyai tugas masing-masing, pembagian tugasnya," imbuhnya.

Selain menerima Botok dkk di ruang Abdul Muis, sejumlah personil DPR juga menemui massa AMPB di depan gedung parlemen. Sejumlah personil Dewan naik ke mobil komando untuk berinteraksi dengan kawan-kawan Botok Pati.

(dwr/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑