Bos Pengusaha Plastik Ungkap Barang Impor Harga Dumping 5-30% Serbu RI

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri plastik dalam negeri menghadapi tekanan dari sisi dunia maupun domestik. Selain terganggunya pasokan bahan baku, praktik dumping dari negara lain juga menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan usaha.

Masuknya produk impor dengan nilai murah membikin daya saing industri lokal semakin tertekan. Kondisi ini terjadi di tengah kelebihan pasokan dunia nan mendorong produsen luar negeri mencari pasar ekspor.

Ketua Umum Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Suhat Miyarso Suhat Miyarso menuturkan, praktik dumping sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan berakibat signifikan.

"Harga nan mereka jual ke Indonesia itu betul-betul nilai dumping, lebih rendah antara 5-20 persen, apalagi ada nan sampai 30 persen. Ini sangat memberatkan industri dalam negeri," ujarnya dalam obrolan Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Masalah ini tidak hanya berakibat pada produsen bahan baku, tetapi juga merembet ke sektor hilir nan kudu bersaing dengan produk jadi impor.

Selain itu, keterbukaan pasar melalui beragam perjanjian perdagangan bebas membikin produk impor semakin mudah masuk ke Indonesia. Dalam kondisi seperti ini, pelaku industri menilai perlindungan pasar menjadi sangat penting.

"Kita inginkan adanya kebijakan pengendalian impor, baik bahan baku maupun peralatan jadi. Kalau peralatan jadi bebas masuk dengan nilai dumping, tentu ini tidak sehat," katanya.

Saat ini, Inaplas telah mengusulkan beragam langkah trade remedies seperti anti-dumping dan safeguard kepada pemerintah. Proses tersebut sudah berjalan, namun belum seluruhnya terealisasi.

Tanpa intervensi kebijakan nan kuat, pelaku industri cemas sektor plastik bakal mengalami nasib serupa dengan industri lain nan terpukul oleh impor murah.

"Kita butuh kepastian hukum, perlindungan pasar, dan kebijakan nan konsisten. Kalau tidak, setiap krisis bakal membikin kita kembali ke titik nan sama," tegas Suhat.

Sekretaris Jenderal Inaplas Fajar AD Budiyono juga menyoroti akibat nyata dumping terhadap industri hilir.

"Untuk terpal plastik misalnya, dulu ada delapan industri, sekarang tinggal dua lantaran 70 persen pasarnya diambil impor. Ini bukti nyata dampaknya," ujar Fajar dalam kesempatan nan sama.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News