loading...
ChatGPT. FOTO/CNET
CUPERTINO - CEO OpenAI Sam Altman mengakui adanya kekurangan lantaran kandas melaporkan bahwa tersangka penembakan di Kanada telah menyalahgunakan ChatGPT, meskipun akun tersebut telah ditangguhkan sebelumnya.
Penembakan itu terjadi pada tanggal 10 Februari di Tumbler Ridge, ketika Jesse Van Rootselaar nan berumur 18 tahun melepaskan tembakan, menewaskan delapan orang. Di antara para korban adalah ibu dan kerabat tiri tersangka, berbareng dengan lima siswa dari sebuah sekolah menengah setempat. Rootselaar kemudian bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri.
Menurut OpenAI, akun ChatGPT Rootselaar secara internal ditandai pada Juni lampau lantaran penyalahgunaan "untuk mempromosikan aktivitas kekerasan," dan kemudian ditangguhkan. Perusahaan menyatakan bahwa pada saat itu, penggunaan ini tidak mencapai periode pemisah untuk dianggap sebagai ancaman spesifik alias mendesak, dan oleh lantaran itu tidak melaporkannya kepada penegak hukum.
Dalam surat nan dibagikan pada 24 April oleh media lokal dan Perdana Menteri British Columbia David Eby, Altman mengakui bahwa keputusan itu adalah sebuah kesalahan.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·