Bos OJK Ungkap Sektor Keuangan RI Tetap Stabil di Tengah Gejolak Geopolitik

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2026 |20:27 WIB

Bos OJK Ungkap Sektor Keuangan RI Tetap Stabil di Tengah Gejolak Geopolitik

Bos OJK Ungkap Sektor Keuangan RI Tetap Stabil di Tengah Gejolak Geopolitik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyatakan, stabilitas industri jasa finansial nasional tetap kondusif di tengah dinamika perekonomian dunia akibat eskalasi bentrok geopolitik di area Timur Tengah.

"Stabilitas sektor jasa finansial tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global," ungkap Friderica nan berkawan disapa Kiki, dalam konvensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Kiki menuturkan soal ketegangan nan melibatkan negara-negara di wilayah tersebut telah memicu penutupan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Akibat blokade jalur pelayaran dan perdagangan vital tersebut, rantai pasokan daya dunia turut terhambat.

Menurut Kiki, situasi demikian memicu sentimen ketidakpastian terhadap nilai minyak dunia. Dampaknya, International Monetary Fund (IMF) memutuskan untuk mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia akibat terganggunya jalur pengedaran daya internasional tersebut.

"IMF dalam World Economic Outlook April 2026 memangkas proyeksi pertumbuhan dunia menjadi 3,1 persen di tahun 2026, dan menilai akibat stagflasi meningkat. Fragmentasi geopolitik, tekanan utang, dan gangguan rantai pasok menjadi aspek akibat nan melemahkan pertumbuhan ke depan," urainya.

Kiki juga menyoroti kenaikan inflasi dunia sebagai imbas dari ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, nan memaksa sejumlah bank sentral di negara-negara maju untuk memperketat kebijakan moneter mereka. Tekanan inflasi ini sendiri dipicu oleh lonjakan nilai komoditas peralatan serta energi.

"Di tengah kondisi tersebut, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku kembang referensi pada rapat Federal Open Market Committee pada akhir April 2026," tuturnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com