Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2026 |20:42 WIB

Bos OJK Buka-bukaan soal Sistem Keuangan RI Selama 2 Tahun Prabowo-Gibran (Foto: Okezone)
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menegaskan stabilitas sistem finansial nasional di masa dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran berada pada jalur nan tepat menuju penguatan pertumbuhan ekonomi. Fondasi sektor jasa finansial nan solid dinilai menjadi jangkar utama dalam memperkokoh keahlian pasar modal di tengah tekanan geopolitik dunia serta dinamika peninjauan indeks global.
OJK terus memperkuat sinergi lintas lembaga untuk memastikan stabilitas sistem finansial nasional tetap kokoh menopang agenda pembangunan ekonomi pemerintah.
"Kami memandang banyak perkembangan nan terjadi (di dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran), banyak program-program nan dilakukan," kata Frederica saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Dia menambahkan, OJK berbareng Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan LPS terus bersinergi dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, baik perbankan maupun pasar modal.
"Tugas kami memastikan sektor finansial ini semakin berkontribusi terhadap pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Kiki sapaan akrabnya.
Ketahanan finansial domestik pada tahun kedua masa pemerintahan Prabowo-Gibran ini dipandang sebagai modal krusial di tengah eskalasi bentrok geopolitik mancanegara dan volatilitas arus modal asing.
Regulator menegaskan bahwa guncangan eksternal tersebut merupakan tantangan universal nan dirasakan oleh banyak negara dan tidak melunturkan ketangguhan ekonomi domestik.
"Tantangan dunia memang tidak mudah sama sekali dan tekanannya sangat besar secara geopolitik, namun ini bukan hanya terjadi di Indonesia melainkan juga di beragam negara lain. Di tengah situasi tersebut, esensial ekonomi Indonesia terbukti sangat baik dan solid," tutur Kiki.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·