Jakarta -
Direktur Utama Perum Damri Setia Milatia Moemi mengungkapkan beberapa masalah pada jasa pikulan perintis pada letak terpencil di Indonesia. Masalah utamanya adalah pikulan perintis sudah tidak produktif lantaran usia operasionalnya sudah di atas 7 tahun.
Setia menyampaikan jumlah armada perintis nan berumur di atas 7 tahun ada sebanyak 416 bus per hari ini. Menurutnya, armada bus nan usianya sepuh ini sebenarnya sudah mengkhawatirkan untuk keselamatan penumpang.
Sejauh ini pihaknya banyak melakukan modiifikasi agar bus-bus itu tetap bisa beraksi normal dan memberikan jasa nan nyaman dan kondusif bagi masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini 416 bus. Kami modifikasi (supaya jalan). Tetapi kami sebetulnya agak cemas dengan keselamatan dan kesehatan kerja," ujar Setia dalam RDP dengan Komisi VI DPR, Rabu (24/6/2026).
Pihaknya juga mengeluh soal penolakan permintaan Penyertaan Modal Negara (PMN). Padahal suntikan modal dari negara itu diusulkan untuk melakukan peremajaan armada, khususnya armada perintis di letak terpencil.
Penolakan permintaan PMN itu disebabkan lantaran Damri belum mempunyai proyek dasar dengan skema Public Service Obligation (PSO). Saat ini, jasa perintis tetap menggunakan skema tender tahunan.
"Jadi untuk mendapatkan PMN kami kudu punya underlying project nan namanya proyek PSO. Sampai dengan hari ini Damri untuk perintis bukan proyek PSO. Jadi kami mengikuti tender setiap tahun. Jadi proyek biasa dengan tender, jadi bukan Public Service Obligation tapi tender subsidi. Walaupun nan ikut tender jika di daerah-daerah 3T hanya kami," terang Setia.
Kemudian, skema perjanjian jasa pikulan perintis berbeda dengan operator lain seperti Pelni dan ASDP. Damri hanya memperoleh penggantian biaya sekitar 70% dari total biaya operasi, termasuk margin 10%.
"Sisanya kami kudu cari dari pelanggan. Jadi kami kudu dapat dari pendapatan pelanggan. Di mana pengguna di wilayah tersebut itu bukan pengguna nan cukup ekonominya bagus untuk bisa bayar tarif. Jadi kadang-kadang kami kudu menerima andaikan mereka memberikan hasil pertanian kepada kami," kata Setia.
(hrp/hal)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·