Bos Chery Minta Maaf atas Lepasnya As Roda Omoda 5 Berujung Recall Hampir 9 Ribu Unit

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Bos Chery Minta Maaf atas Lepasnya As Roda Omoda 5 Berujung Recall Hampir 9 Ribu Unit

Bos Chery Minta Maaf atas Lepasnya As Roda Omoda 5 Berujung Recall Hampir 9 Ribu Unit (X/@kamaghul)

JAKARTA - Chairman Chery, Yin Tongyue, meminta maaf atas kejadian lepasnya as roda belakang Omoda 5 di Malaysia. Kejadian itu memicu penarikan kembali (recall) terhadap nyaris 9 ribu unit Omoda 5. 

1. Bos Chery Minta Maaf

Dalam pidatonya di World Intelligent Connected Vehicles Conference (WICV) pada 21 Oktober, Yin Tongyue mengakui adanya kekhawatiran tersebut. Ia menyatakan telah meminta maaf kepada Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Datuk Seri Johari Abdul Ghani. 

Yin Tongyue pun mengimbau produsen otomotif asal China itu untuk melakukan ekspansi ke luar negeri dengan sikap rendah hati dan komitmen jangka panjang.

"Kami berekspansi ke luar negeri bukan untuk meraih untung cepat, melainkan untuk membangun fondasi dan mengembangkan pasar tersebut dalam jangka panjang," ujar Yin, sebagaimana dikutip oleh Sohu. 

Ia menekankan pentingnya menghormati hukum, peraturan, dan praktik upaya setempat saat memasuki pasar luar negeri.

As roda belakang Chery Omoda 5 lepas pada Oktober 2026. Peristiwa itu terjadi di Johor Bahru. 

Kejadian ini mendorong Departemen Transportasi Jalan Malaysia (JPJ) untuk mengambil tindakan regulasi.

Pada 11 Oktober, JPJ menangguhkan sementara Persetujuan Tipe Kendaraan (Vehicle Type Approval/VTA) untuk model Omoda 5, sehingga menghentikan pendaftaran unit baru selama proses penyelidikan dan penilaian akibat keselamatan berlangsung. 

Pihak departemen menginstruksikan Chery Malaysia untuk mengidentifikasi kendaraan nan berpotensi terdampak berasas nomor suku cadang, golongan produksi, dan Nomor Identifikasi Kendaraan (VIN).

Audit teknis nan dilakukan JPJ mencakup proses produksi dan perakitan, sistem pengendalian kualitas, pemeriksaan las, serta pemasok komponen poros terkait. Menurut pengumuman departemen tersebut, penangguhan ini mengenai dengan penyelidikan nan sedang melangkah serta penerapan langkah-langkah perbaikan dan pencegahan nan tepat.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑