Rohman Wibowo
, Jurnalis-Selasa, 24 Februari 2026 |20:26 WIB

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota Soal Impor Mobil India. (Foto ;Okezone.com/IMG)
JAKARTA – Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan sukses melakukan efisiensi anggaran hingga Rp46,5 triliun dari pengadaan kendaraan operasional, termasuk unit pikap 4x4 dan truk. Penghematan nan disebut Joao sebagai “efisiensi ekstrem” ini dilakukan untuk mendukung operasional logistik Koperasi Merah Putih dan sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto agar pengeluaran proyek koperasi lebih efisien.
Agrinas merupakan BUMN nan mengelola gerai-gerai koperasi. Oleh lantaran itu, setiap pengadaan dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi harga, termasuk melalui skema impor.
"Jadi, untuk aktivitas pembangunan Koperasi Merah Putih, dari awal kami selalu ditekankan mengenai efisiensi. Makanya saya katakan di sini kami melakukan efisiensi secara ekstrem," ujar Joao saat ditemui di instansi Agrinas, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
"(Pengadaan impor kendaraan) ini menunjukkan bahwa kami bisa melakukannya tanpa pemborosan nan ekstrem. Selama ini, nan betul-betul kudu diubah adalah pengelolaan anggaran di era Prabowo–Gibran," imbuhnya.
Dari catatan Agrinas, produk kendaraan dihitung berasas pilihan di e-katalog senilai Rp121,25 miliar. Jumlah ini merupakan sasaran pembelian sementara nan diprospek hingga level teken kontrak. Sementara itu, Rancangan Anggaran Belanja (RAB) Agrinas hanya sebesar Rp95,77 miliar.
Dari nilai ratusan miliar di e-katalog, Agrinas meneken perjanjian dengan produsen India untuk sebagian unit sebesar Rp74,7 miliar. Dengan demikian, efisiensi anggaran nan diperoleh mencapai Rp46,5 miliar dari selisih antara e-katalog dan kontrak.
"Anda bisa memandang bahwa saya melakukan efisiensi Rp46,5 miliar. Silakan hitung sendiri berasas jumlah mobil-mobil itu," kata Joao.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·