Bongkar Sindikat Internasional, Polri: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sarang Judol

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Polri menangkap 321 orang dalam penggrebekan markas gambling online (Judol) di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Adapun 320 pelaku di antaranya merupakan penduduk negara asing (WNA) dan satu lainnya merupakan WNI.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Wira Satya Triputra mengatakan penangkapan ini sebagai corak komitmen terhadap pemberantasan gambling online di RI. Ia menyebut pergerakan gambling online sangat merugikan masyarakat dan ekonomi negara.

"Kami dari Kepolisian Negara Republik Indonesia mempunyai komitmen untuk melakukan pemberantasan terhadap tindak pidana perjudian. Baik itu pertaruhan online, maupun pertaruhan konvensional lantaran perihal ini sangat merugikan masyarakat dan dapat merugikan ekonomi negara," kata Wira dalam konvensi pers kepada wartawan, Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Ia pun mewanti-wanti jangan sampai Indonesia menjadi sarang gambling online. Polri disebut berkomitmen untuk memberantas pelanggaran tersebut.

"Kemudian nan tidak kalah penting, dengan pengungkapan ini diharapkan jangan sampai Indonesia ini menjadi tempat bagi sarang gambling online. Ini sebagai komitmen daripada kami," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Polri juga bakal berkoordinasi lintas sektor untuk melakukan penelusuran terhadap pelaku. Bareskrim bakal mendalami keterkaitan sponsor hingga pihak penyedia sarana dan prasarana bagi pelaku.

Seperti diketahui sebanyak 321 orang ditangkap dalam penyergapan markas judol di Jalan Hayam Wuruk, Jakbar. Para WNA itu berasal dari beragam negara.

Brigjen Wira mengungkap bahwa para WNA itu terttangkap tangan saat sedang mengoperasikan situs judol pada Kamis (7/5).

"Para pelaku kami tangkap dalam keadaan tertangkap tangan, dalam makna para pelaku sedang melakukan operasional ataupun aktivitas daripada gambling online. Dari para pelaku nan sukses kita amankan, jumlahnya mencapai 321 orang," kata Wira kepada wartawan di lokasi, Sabtu (9/5).

Wira juga mengungkap para WNA itu masuk ke Indonesia menggunakan izin alias visa wisata. Dia menyebut visa para WNA itu telah lenyap masa berlakunya.

Berikut ini asal negara para WNA tersebut:
- Vietnam: 228 orang
- China: 57 orang
- Myanmar: 13 orang
- Laos: 11 orang
- Thailand: 5 orang
- Malaysia: 3 orang
- Kamboja 3 orang (dwr/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News