Fans sepak bola mengangkat replika piala bumi saat konvoi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (7/6/2026).(ANTARA/OLHA MULALINDA)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mempersilahkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.
"Yang pertama, banyak BUMD kita dan OPD-OPD sudah meminta untuk diperbolehkan melakukan siaran langsung Piala Dunia," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (11/6).
Ia mengingatkan, gelaran nobar Piala Dunia di Benua Amerika itu tidak mengganggu masyarakat nan sedang bekerja.
"Problemnya adalah lantaran harinya, jamnya itu jam orang bekerja. nan paling penting, jangan sampai kemudian mengganggu orang nan sedang bekerja. Karena jamnya adalah jam orang bekerja," tuturnya.
Sebab, dari agenda Piala Dunia 2026 nan dikeluarkan oleh FIFA banyak pertandingan nan berjalan di pagi hari. Hal ini mesti jadi perhatian jejeran Pemerintah DKI Jakarta jangan sampai event nobar mengganggu jam kerja.
"Kebanyakan jam 9, jam 10, jam 11, sehingga ini menjadi persoalan tersendiri jika tidak dikelola secara baik," urainya.
Secara prinsip, ucap Pramono, dirinya memberikan ruang bagi masyarakat maupun ASN untuk menikmati gelaran sepak bola terbesar di bumi tersebut.
la menilai Piala Dunia 2026 mempunyai daya tarik lebih lantaran tidak hanya menyajikan pertandingan sepak bola, tetapi juga berangkaian dengan dinamika geopolitik global.
"Publik juga perlu untuk memanfaatkan Piala Dunia nan menurut saya menjadi semakin menarik lantaran tidak semata-mata persoalan bola, tetapi ketika geopolitik nan seperti ini sehingga dengan demikian menjadi lebih menarik," pungkasnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·