Bogor–Sukabumi, Saat Perjalanan Lebih Menarik daripada Tujuannya

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Pengalaman perjalanan dengan KA Pangrango makin nyaman setelah PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan rangkaian Kereta Ekonomi New Generation untuk relasi Bogor–Sukabumi pulang-pergi.

Perubahan paling terasa terdapat pada tata letak dan kapabilitas tempat duduk. Jika sebelumnya satu kereta dapat menampung 80 penumpang, kapasitasnya sekarang menjadi 72 tempat duduk per kereta.

Pengurangan jumlah bangku tersebut dilakukan untuk memberikan ruang kaki alias legroom nan lebih lega.  Desain tempat duduk juga dibuat lebih ergonomis agar perjalanan selama sekitar dua jam terasa lebih nyaman.

Dengan pembaruan tersebut, total kapabilitas KA Pangrango sekarang mencapai 460 tempat duduk. KAI menilai kapabilitas tersebut tetap dapat memenuhi kebutuhan penumpang di jalur Bogor–Sukabumi nan ramai, terutama pada akhir pekan dan masa liburan sekolah.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan kereta Ekonomi New Generation nan digunakan pada KA Pangrango merupakan hasil modifikasi dan perawatan intensif di Balai Yasa Manggarai.

Pembaruan tersebut menjadi bagian dari upaya peremajaan sarana sekaligus mendukung modernisasi armada kereta secara berdikari dan berkelanjutan.

Tingginya jumlah penumpang menunjukkan KA Pangrango tidak hanya digunakan sebagai moda transportasi antarkota, tetapi juga menjadi pilihan perjalanan wisata bagi masyarakat nan mau menuju Bogor maupun Sukabumi.

Pilihan Wisata Tanpa Harus Mengemudi

Bagi sebagian wisatawan, perjalanan dengan KA Pangrango bukan hanya langkah untuk mencapai Sukabumi. Perjalanan dengan kereta juga menjadi bagian dari pengalaman berwisata.

Sejumlah penumpang memanfaatkan kereta ini untuk menuju area Cicurug, Cisaat, Lido, hingga beragam destinasi di Sukabumi. Mereka dapat menikmati perjalanan tanpa perlu menyetir dalam waktu lama.

"Lebih tenang, tidak capek menyetir, dan bisa santuy menikmati pemandangan. Cocok buat healing tipis-tipis," ujar Anwar, nan berprofesi sebagai pembimbing di Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi.  

Anwar, nan rutin bolak-balik Sukabumi-Depok ini mengaku kondisi kereta saat ini jauh lebih nyaman. Berbeda dengan pengalamannya 15 tahun lalu, sebelum jalur direvitalisasi.

"Sekarang jauh lebih manusiawi dan sangat nyaman. Dulu itu satu gerbong ada ayam masuk, bawa gabah, dagangan pasar. Kalau hujan kadang ada nan bocor," ucap pembimbing di Pesantren ini.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita