Bocoran Deal AS-Iran Terungkap ke Publik, Perang Bisa Berakhir Hari...

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat dan Iran disebut semakin dekat menuju kesepakatan nan dapat mengakhiri perang. Sebuah memorandum penghentian bentrok apalagi berkesempatan ditandatangani dalam hitungan hari, dengan kota Jenewa, Swiss, muncul sebagai letak nan paling mungkin menjadi tempat penandatanganan.

Seorang sumber Barat nan mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan kepada Reuters pada Jumat (12/6/2026) bahwa memorandum tersebut dapat ditandatangani paling sigap pada Minggu (14/6/2026).

Menurut sumber tersebut, bahasa dalam arsip kesepakatan tetap dalam tahap finalisasi. Namun, Iran tetap mempertahankan posisinya bahwa perjanjian tidak hanya kudu mengakhiri bentrok antara Washington dan Teheran, tetapi juga menghentikan pertempuran di Lebanon, tempat Israel terus bertempur melawan golongan Hizbullah nan didukung Iran.

Sumber itu menjelaskan bahwa para perunding berupaya merampungkan seluruh redaksi arsip paling lambat Sabtu agar kesepakatan dapat ditandatangani oleh Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran, Mohammed Baqer Qalibaf.

Meski letak penandatanganan belum dipastikan secara resmi, Jenewa disebut sebagai pilihan nan paling memungkinkan.

Perkembangan tersebut muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dirinya membatalkan rencana serangan baru terhadap Iran lantaran kesepakatan sekarang telah siap.

"Kami baru saja mencapai penyelesaian besar atas perang dengan Iran," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis.

Namun, rincian kesepakatan nan mulai terungkap dari pihak Iran menunjukkan bahwa Teheran tampaknya memperoleh sebagian besar tuntutannya selama ini. Sebaliknya, Trump dinilai belum mendapatkan banyak dari sasaran nan sebelumnya mau dicapai Washington, selain pembukaan kembali Selat Hormuz nan ditutup Iran setelah serangan AS pada Februari lalu.

Seorang sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa rancangan kesepakatan mencakup pencabutan hukuman terhadap ekspor minyak Iran, pembebasan miliaran dolar biaya Iran nan selama ini dibekukan, serta penghentian permusuhan di seluruh front konflik, termasuk di Lebanon.

Menurut sumber tersebut, rumor nuklir tidak bakal menjadi bagian dari memorandum saat ini dan bakal dibahas dalam perundingan terpisah pada masa mendatang.

Washington selama ini menuntut agunan bahwa Iran tidak bakal pernah mengembangkan senjata nuklir. Sementara Iran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya tidak bermaksud untuk memproduksi senjata.

Pencabutan sanksi, pembebasan aset-aset Iran nan dibekukan, serta penghentian serangan Israel di Lebanon merupakan tuntutan utama Teheran dalam negosiasi tersebut.

Sumber Iran itu tidak menjelaskan secara rinci apa nan bakal diberikan Iran sebagai hadiah dalam kesepakatan tersebut. Hingga Jumat, pemerintah Amerika Serikat juga belum memberikan tanggapan resmi mengenai rincian nan disampaikan sumber Iran.

Media Iran, Mehr News Agency, melaporkan bahwa syarat-syarat kesepakatan juga mencakup sejumlah konsesi besar dari Washington. Di antaranya adalah komitmen untuk menarik pasukan Amerika dari sekitar wilayah Iran dan menyusun rencana pemulihan ekonomi negara tersebut nan porak-poranda akibat perang dan sanksi.

"Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya kudu mengusulkan rencana rekonstruksi Iran senilai sedikitnya US$300 miliar," demikian laporan Mehr.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News