Jakarta -
Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui tiga program unggulan nan menyasar keluarga, lingkungan pendidikan, hingga masyarakat. Program tersebut menjadi strategi BNN dalam membangun ketahanan agar masyarakat mempunyai daya tangkal terhadap ancaman narkoba.
Ketiga program tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan nan dijalankan Deputi Bidang Pencegahan BNN RI dan ditampilkan dalam booth pameran pada rangkaian puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor, Kamis (27/7).
Penyuluh Deputi Bidang Pencegahan BNN RI, Eva Fitri mengatakan pihaknya bergerak dalam membangun ketahanan masyarakat melalui beragam lingkungan, mulai dari keluarga, pendidikan, hingga tempat kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di booth pertama ini merupakan booth dari Deputi Bidang Pencegahan. Jadi kami bergerak di bagian gimana masyarakat, keluarga, lingkungan pendidikan, serta tempat kerja bisa mempunyai ketahanan agar terhindar dari ancaman penyalahgunaan narkoba," ujar Eva kepada detikcom beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Eva menjelaskan terdapat tiga program unggulan nan menjadi konsentrasi Deputi Bidang Pencegahan BNN RI.
"Kami mempunyai tiga program unggulan. Pertama, Program Ketahanan Keluarga, ialah gimana family dapat mempunyai daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkoba. Kedua, Sekolah dan Kampus Bersih Narkoba. Ketiga, Desa/Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba)," katanya.
Perkuat Ketahanan Keluarga dan Lingkungan Pendidikan
Eva mengatakan dalam Program Ketahanan Keluarga, BNN bekerja-sama dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dalam menyusun modul Family United. Indonesia menjadi salah satu negara percontohan di area ASEAN dalam penyelenggaraan program tersebut.
"Misalnya dalam Program Ketahanan Keluarga, kami bekerja-sama dengan PBB melalui UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime). UNODC bekerja sama dengan BNN dalam menyusun modul Family United, di mana Indonesia menjadi salah satu negara percontohan di area ASEAN dalam penyelenggaraan program tersebut," ujar Eva.
Selain memperkuat ketahanan keluarga, BNN juga mendorong integrasi edukasi pencegahan narkoba di lingkungan pendidikan. Program Sekolah dan Kampus Bersih Narkoba dilakukan melalui pembelajaran di beragam jenjang pendidikan.
"Program kedua adalah integrasi kurikulum anti narkoba. Saat ini, kami mendorong seluruh satuan pendidikan untuk mengintegrasikan edukasi pencegahan narkoba melalui mata pelajaran alias intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. Di dalamnya terdapat beragam program nan menyasar remaja hingga anak-anak," katanya.
Menurut Eva, edukasi pencegahan narkoba juga dilakukan dengan menghadirkan media nan mudah dipahami anak-anak.
"Salah satunya melalui bahan literasi pencegahan seperti komik edukasi. Karena pencegahan narkoba bukan hanya menyasar remaja alias orang dewasa, tetapi juga perlu dimulai sejak usia dini. Oleh lantaran itu, kami menghadirkan beragam media edukasi nan mudah dipahami anak-anak," jelasnya.
Desa Bersinar Libatkan Pemerintah Daerah dan Masyarakat
Selain family dan lingkungan pendidikan, BNN juga memperkuat pencegahan berbasis masyarakat melalui Program Desa/Kelurahan Bersinar. Program ini mendorong keterlibatan pemerintah wilayah dan beragam pihak dalam menciptakan lingkungan nan bersih dari narkoba.
"Kemudian untuk program Desa/Kelurahan Bersinar, kami mendorong para pemangku kebijakan di tingkat wilayah agar mempunyai komitmen dan ikut berkontribusi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba," ujar Eva.
"Bentuknya bisa melalui satuan tugas alias aktivitas edukasi kepada masyarakat. Jadi kerjasama nan dibangun memang melibatkan beragam pihak," lanjutnya.
Eva menambahkan, dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, BNN juga memastikan materi nan disampaikan sesuai dengan golongan usia agar tidak menimbulkan pemahaman nan keliru.
"Karena itu, dalam melakukan edukasi, khususnya berbareng sektor pendidikan, kami mempunyai peta dan pedoman agar materi nan diberikan sesuai dengan jenjang usia masing-masing. Sehingga setiap tingkatan mendapatkan edukasi nan tepat sesuai kebutuhannya," tutup Eva.
Melalui ketiga program tersebut, BNN berambisi upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, hingga masyarakat sebagai garda terdepan dalam membangun lingkungan nan bersih dari narkoba.
(akd/ega)
19 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·