BMKG mengungkap penyebab gempa 7,7 magnitudo nan mengguncang Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8). Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan gempa tersebut disebabkan oleh Sesar Naik Busur Belakang Flores alias Flores Back-Arc Thrust.
"Ini adalah sistem gempa nan diakibatkan oleh Sesar Naik Busur Belakang Flores, gempa 7,7 magnitudo. Jadi di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8 (magnitudo), 7,9 (magnitudo). Hari ini sudah rilis 7,7 magnitudo," kata Wijayanto saat konvensi pers di instansi BMKG, Sabtu (15/8).
Berdasarkan catatan sejarah, Wijayanto mengungkap gempa nan terjadi hari ini lebih besar dari 30 tahun nan lalu. Kedua gempa itu menyebabkan kerusakan.
"Dari sejarah nan ada pernah terjadi tahun 1992 magnitudo 7,5. Ini juga sangat luar biasa kerusakannya waktu itu," ujarnya.
"Jadi ini nyaris 30 tahun terjadi lagi. jadi ini bakal terus monitor aktivitas gempa susulan dan bakal terus menyampaikan ke masyarakat," tambahnya.
Adapun gempa 7,7 magnitudo terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan kedalaman 15 kilometer. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,41 LS dan 121,39 BT, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT.
Gempa tersebut memicu peringatan awal tsunami untuk wilayah NTB, NTT, Sulsel dan Sultra. Peringatan tsunami itu sekarang telah dicabut.
Wijayanto meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh rumor nan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari gedung nan retak alias rusak akibat gempa.
"Waspadai gempa bumi susulan nan tetap terjadi," ujar Wijayanto.
38 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·