Embun kaku (upas) muncul di pelataran Candi Dieng sebagai tanda telah memasuki musim kemarau.(MI/Akhmad Safuan)
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah mengeluarkan peringatan awal mengenai puncak musim tandus nan diprediksi melanda puluhan wilayah pada Juli dan Agustus 2026. Beberapa wilayah apalagi diperkirakan bakal menghadapi masa kekeringan lebih panjang dengan lama mencapai 8 hingga 9 bulan.
Berdasarkan pemantauan hingga Sabtu (20/6), meskipun sebagian besar wilayah di Jawa Tengah telah memasuki musim tandus sejak Mei lalu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tetap terpantau mengguyur sejumlah daerah. Kondisi ini membikin akibat kekeringan belum sepenuhnya terasa lantaran kesiapan air bersih nan tetap mencukupi.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, menjelaskan bahwa puncak musim tandus tahun ini secara umum bakal datang lebih awal alias sesuai dengan pola normalnya. Namun, karakter curah hujan selama periode ini diperkirakan berada pada kategori bawah normal.
"Beberapa wilayah bakal mencapai puncak tandus pada Juli. Namun secara umum puncak musim tandus di Jawa Tengah diprediksi terjadi pada Agustus 2026 mendatang," ujar Goeroeh, Sabtu (20/6).
Durasi Kemarau dan Wilayah Terdampak
Goeroeh menambahkan bahwa lama musim tandus tahun 2026 umumnya berkisar antara 16-18 dasarian alias sekitar 5-6 bulan. Meski demikian, terdapat wilayah nan bakal mengalami tandus ekstrem dengan lama 25-27 dasarian (8-9 bulan).
Peringatan Khusus: Wilayah sebagian mini Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang diprediksi mengalami lama tandus terpanjang, sehingga memerlukan perhatian ekstra mengenai mitigasi musibah kekeringan.
Berdasarkan info Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, berikut rincian pembagian wilayah puncak kemarau:
1. Puncak Kemarau Juli 2026
Wilayah nan diprediksi mencapai titik terkering lebih awal meliputi:
- Kota Surakarta
- Sebagian besar Kabupaten Kudus dan Blora.
- Sebagian wilayah Demak, Sragen, Karanganyar, dan Sukoharjo.
- Sebagian mini wilayah Pemalang, Pekalongan, Batang, Pati, Rembang, Grobogan, Boyolali, dan Wonogiri.
2. Puncak Kemarau Agustus 2026
Mencakup sekitar 83,3 persen area musim di Jawa Tengah, di antaranya:
- Kota Tegal, Pekalongan, Semarang, Salatiga, dan Magelang.
- Kabupaten Brebes, Tegal, Kendal, Semarang, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap.
- Sebagian besar wilayah Pemalang, Pekalongan, Batang, Pati, Rembang, Grobogan, Boyolali, Sukoharjo, dan Wonogiri.
Sementara itu, wilayah nan diperkirakan bakal mengalami puncak musim tandus paling akhir adalah Kepulauan Karimunjawa, nan diprediksi terjadi pada September 2026.
Masyarakat diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air bersih dan mewaspadai potensi kebakaran lahan seiring dengan masuknya periode puncak tandus dengan intensitas hujan di bawah normal tersebut. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·