BMKG Prediksi Cuaca Masih Labil di Mei: Siang Terik-Sore Hujan Lebat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Hujan deras di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca di Indonesia tetap bakal condong labil selama periode peralihan menuju musim kemarau, khususnya pada Mei 2026.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Ida Pramuwardani, mengatakan perubahan cuaca nan sigap merupakan karakter umum pada masa transisi musim.

“Secara umum, kondisi cuaca nan berubah cukup cepat, misalnya dari panas terik pada siang hari kemudian disusul hujan lebat pada sore hingga malam hari, tetap dapat terjadi terutama pada periode peralihan musim,” kata Ida saat dihubungi kumparan, Selasa (5/5).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh pemanasan mentari nan kuat sejak pagi hingga siang hari nan meningkatkan pembentukan awan hujan secara lokal. Sementara kelembapan udara nan tetap tinggi turut mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam lama relatif singkat.

“Pola seperti ini tidak selalu terjadi merata di semua wilayah dan waktunya dapat berbeda-beda, berjuntai pada kondisi atmosfer harian seperti arah angin, kelembapan, labilitas udara, serta aktivitas gangguan atmosfer,” ujarnya.

Peralihan Musim Picu Cuaca Labil

Ida menambahkan, berasas prediksi musim tandus 2026, kondisi cuaca nan tetap berubah-ubah diperkirakan terjadi selama periode peralihan, terutama pada Mei.

“Berdasarkan prediksi musim tandus 2026, kondisi cuaca nan tetap berubah-ubah diperkirakan tetap dapat terjadi selama periode peralihan menuju musim kemarau, terutama pada Mei 2026,” jelasnya.

BMKG memprediksi sejumlah Zona Musim mulai memasuki musim tandus pada periode Mei II hingga III 2026, termasuk sebagian wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Seiring masuknya musim kemarau, curah hujan pada periode Mei hingga Oktober 2026 diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, dengan sifat hujan di sebagian besar wilayah Indonesia condong normal hingga bawah normal, terutama mulai Juni hingga Oktober 2026.

Warga Diimbau Waspada

Meski tren menuju musim tandus mulai terlihat, Ida menegaskan potensi hujan lokal tetap perlu diwaspadai dalam waktu dekat.

“Oleh lantaran itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, khususnya pada siang menjelang sore hingga malam hari, serta terus memantau info prakiraan cuaca dan peringatan awal resmi BMKG secara berkala,” tuturnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan