BMKG Palu Imbau Warga Sulteng tidak Panik Hadapi Isu Megathrust

Sedang Trending 1 jam yang lalu
BMKG Palu Imbau Warga Sulteng tidak Panik Hadapi Isu Megathrust Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu Djati Cipto Kuncoro (kemeja putih) berbareng Kalak BPBD Sigi Henri (kiri) saat memasang papan info publik peta skenario tingkat guncangan gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.(Dok. Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Palu mengimbau masyarakat di Sulawesi Tengah untuk tetap tenang dan tidak panik dalam merespons info nan beredar mengenai potensi gempa megathrust.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan bahwa rumor megathrust pada dasarnya merujuk pada akumulasi daya gempa bumi nan tertahan di dalam kerak bumi. Namun, dia menekankan bahwa aktivitas seismik nan terjadi belakangan ini mempunyai sisi positif secara teoretis.

"Secara teori, dengan adanya gempa-gempa mini ini, daya itu sudah mulai dilepaskan pelan-pelan. Sehingga, rasa ketakutan kita terhadap megathrust itu diharapkan tidak begitu dahsyat," ujar Cipto di Sigi, Selasa (1/9/2026).

Pelepasan Energi Bertahap

Cipto mengemukakan bahwa gempa berskala mini nan kerap melanda wilayah Kota Palu dan Sulawesi Tengah justru membantu mengurangi akibat penumpukan daya besar nan bisa memicu gempa dahsyat. Meski demikian, dia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi nan bisa meramalkan secara pasti kapan gempa bumi bakal terjadi di masa mendatang.

Mengingat wilayah Sulawesi Tengah berada di jalur rawan musibah gempa bumi, BMKG meminta penduduk untuk lebih selektif dalam menerima informasi. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu simpang siur, melainkan terus meningkatkan kesiapsiagaan berdikari dalam menghadapi potensi bencana," sebutnya.

Edukasi dan Kewaspadaan

Fenomena megathrust, menurut Cipto, kudu disikapi sebagai momentum untuk memperkuat edukasi dan kewaspadaan dini. Kesiapan masyarakat dianggap menjadi kunci utama dalam meminimalkan akibat korban jiwa maupun kerugian material saat musibah terjadi.

Berdasarkan info BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, total kejadian gempa bumi di Kabupaten Sigi dan sekitarnya sepanjang tahun 2021 hingga 2026 tercatat sebanyak 3.596 kali.

BMKG berambisi dengan pemahaman nan betul mengenai sistem pelepasan daya bumi, masyarakat dapat lebih tanggap tanpa kudu terjebak dalam ketakutan nan berlebihan terhadap isu-isu kebencanaan nan belum terverifikasi. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia