BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa Barat hingga 7 Juni 2026

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa Barat hingga 7 Juni 2026 Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat secara manual nomor nan tertera pada perangkat pengukur intensitas hujan.(ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari ke depan. Hal ini seiring sebagian wilayah Jawa Barat tetap berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada 1-7 Juni.

Pelaksana Tugas Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Edi Wibowo, memprediksi, kejadian itu dipicu oleh tetap dimungkinkannya pertumbuhan awan konvektif.

​"Di antaranya aktifnya gelombang atmosfer jenis Kelvin pada awal pekan, suhu muka laut nan relatif hangat di sebagian perairan Indonesia, serta kelembapan udara pada lapisan 850mb sekitar 50-95%," kata Edi saat dikonfirmasi, Kamis (4/6).

​Oleh lantaran itu, Edi meminta masyarakat dan lembaga mengenai untuk tetap bersiaga menghadapi perubahan cuaca mendadak nan bisa memicu musibah seperti pohon tumbang, banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.

"Masyarakat juga diimbau senantiasa memantau pemutakhiran info cuaca melalui kanal resmi BMKG, terutama bagi nan bakal melakukan perjalanan baik darat, laut, maupun udara," katanya.

Pada sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi akibat potensi musim tandus di tahun ini.

"Saya baru selesai rapat untuk menyelesaikan tantangan nan bakal dihadapi di musim kemarau, tantangan pertama adalah kekurangan air bersih di beberapa wilayah nan rawan krisis air bersih," kata Dedi.

Dedi mengantisipasi kekurangan air di wilayah rawan krisis air bersih dengan menyiapkan sarana dan prasarana air bersih.

"Maka kita melakukan tiga hal, nan pertama, menyiapkan sarana dan prasarana air bersih dalam waktu cepat," katanya.

Kedua, pihaknya bakal menyiapkan sarana transportasi untuk mempermudah pengedaran air bersih.

"Dan nan ketiga adalah menyambungkan jaringan air bersih ke wilayah tersebut andaikan waktu nya tetap mencukupi," tandasnya. (BY)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia