Nelayan tradisional mencari ikan di wilayah pesisir Batam. Cuaca nan tidak menentu membikin sebagian nelayan memilih mengurangi aktivitas melaut demi keselamatan.(MI/Hendri Kremer)
PRAKIRAAN cuaca nan dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengenai potensi hujan disertai petir di wilayah Batam dan Kepulauan Riau mulai berakibat terhadap aktivitas masyarakat pesisir, khususnya nelayan tradisional.
Sejumlah nelayan mengaku memilih lebih berhati-hati dan mengurangi jarak melaut lantaran kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir dinilai tidak menentu. Perubahan cuaca nan berjalan cepat, dari cerah menjadi hujan disertai angin kencang, disebut cukup membahayakan aktivitas mereka di laut.
Ismail (47), nelayan tradisional di area Belakangpadang, mengatakan dirinya sekarang lebih sering memantau perkembangan cuaca sebelum berangkat mencari ikan. Menurutnya, keselamatan menjadi prioritas utama dibanding memaksakan melaut saat kondisi cuaca kurang mendukung.
“Sekarang cuaca susah ditebak. Kadang pagi tetap panas dan tenang, tapi masuk siang tiba-tiba mendung, hujan deras, lampau angin kencang. Kalau kondisi seperti itu kami biasanya pilih cari ikan di sekitar saja, tidak terlalu jauh ke tengah,” katanya, Rabu (20/5/2026).
Ia menambahkan, info prakiraan cuaca dari BMKG sangat membantu nelayan untuk menentukan waktu nan kondusif melaut. Terlebih sebagian besar nelayan tradisional tetap menggunakan kapal berukuran mini nan cukup rentan terhadap gelombang tinggi maupun cuaca ekstrem.
“Kalau ada info petir alias angin kuat, kami biasanya saling kasih tahu sesama nelayan agar lebih waspada. Keselamatan paling penting,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Rahmat, 39, nelayan di wilayah pesisir Batu Aji. Ia mengaku dalam beberapa hari terakhir memilih mengurangi jam melaut lantaran cemas cuaca memburuk secara tiba-tiba.
“Biasanya kami bisa sampai malam di laut, tapi sekarang lebih sigap pulang. Takut hujan besar alias petir datang mendadak. Apalagi jika ombak mulai tinggi, kapal mini cukup berbahaya,” ungkapnya.
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menyampaikan bahwa wilayah Batam dan sebagian Kepulauan Riau tetap berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang nan dapat disertai petir pada siang hingga sore hari.
“Berdasarkan prakiraan cuaca hari ini, wilayah Batam dan sebagian Kepulauan Riau berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang nan dapat disertai petir. Kondisi ini dipengaruhi tingginya kelembapan udara dan suhu permukaan laut nan cukup hangat sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan,” ujar Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam.
BMKG juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca nan dapat terjadi secara tiba-tiba.
“Kami mengingatkan masyarakat pesisir dan nelayan untuk selalu memperhatikan info cuaca terbaru sebelum beraktivitas di laut. Jika terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang, sebaiknya segera mencari tempat kondusif dan tidak memaksakan melaut,” lanjutnya.
Selain itu, BMKG menyebut kondisi gelombang laut di perairan sekitar Batam tetap dalam kategori relatif aman. Namun, potensi peningkatan gelombang tetap dapat terjadi andaikan hujan dan angin kencang berjalan cukup lama. (HK)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·