Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa nan mengguncang Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis (20/8) sore dipicu aktivitas Sesar Opak.
"Memperhatikan letak episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi nan terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak," kata Kepala Stageof Sleman Ardhianto Septiadhi dalam keterangannya, Kamis (20/8).
Berdasarkan hasil kajian terbaru BMKG, gempa nan terjadi pada pukul 17.20.57 WIB tersebut bermagnitudo 3,5.
"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,88 derajat Lintang Selatan dan 110,45 derajat Bujur Timur, alias tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 kilometer arah timur laut Bantul, DIY, dengan kedalaman 21 kilometer," jelasnya.
Getaran Terasa hingga Solo
Ardhianto mengatakan getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah DIY hingga Jawa Tengah, termasuk Solo dan Magelang.
"Getaran dirasakan seperti terdapat truk bermuatan melintas," katanya.
"Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan nan digantung bergoyang," jelasnya.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai akibat kerusakan akibat gempa tersebut.
Sementara itu, berasas hasil pemantauan BMKG, belum terdapat aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh rumor nan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," jelasnya.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·