Geofisika Manado catat 1.770 gempa susulan usai gempa utama M7.6.
, MANADO, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Manado mencatat sebanyak 1.770 gempa susulan terjadi setelah gempa utama berkekuatan Magnitudo 7.6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada 2 April 2026. Berdasarkan laporan hingga Senin, 20 April 2026 pukul 06.00 WIB, aktivitas seismik di Laut Maluku tetap menunjukkan intensitas nan signifikan.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, menyatakan bahwa dari total gempa susulan tersebut, terdapat 36 gempa bumi nan dirasakan oleh masyarakat di wilayah Batang Dua, Maluku Utara. Gempa susulan ini mempunyai magnitudo maksimum M5,8 dan minimum M1,7.
Selain itu, terdapat 18 gempa bumi nan tercatat dengan magnitudo di atas alias sama dengan M5.0. Zulkifli menambahkan bahwa berasas kajian tektonik, aktivitas gempa ini disebabkan oleh dinamika subduksi Lempeng Laut Maluku, dengan sistem fokal menunjukkan style tekan (thrust fault) nan konsisten dengan area subduksi dobel di wilayah tersebut.
Tren Menurun dan Imbauan BMKG
Berdasarkan diagram peluruhan harian, gelombang gempa susulan menunjukkan tren menurun secara fluktuatif. BMKG memperkirakan waktu peluruhan total gempa susulan bakal berjalan sekitar dua hingga tiga minggu ke depan hingga kondisi seismisitas kembali stabil.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh rumor nan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan info resmi hanya berasal dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi nan telah terverifikasi.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·