BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami di Sulawesi Utara dan Malut

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami di Sulawesi Utara dan Malut BMKG mengeluarkan pernyataan bahwa peringatan awal tsunami di wilayah Sulawesi Utara akibat gempa di Mandanao, Filipina telah berakhir(Dok.BMKG)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan awal tsunami nan dipicu gempa tektonik magnitudo 7,7 di Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6). Setelah gempa Filipina, tsunami sempat terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara dengan ketinggian bervariasi hingga mencapai 75 sentimeter.

Ketua BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan peringatan awal tsunami diakhiri pada pukul 10.15.51 WIB setelah hasil observasi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut nan signifikan dan membahayakan.

"Dengan memperhatikan kondisi terkini mengenai hasil observasi di beberapa wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan nan membahayakan. Maka peringatan awal tsunami dinyatakan berhujung pada pukul 10.15.51 WIB," ujar Faisal dalam konvensi pers, Seni  (8/6). 

Gempa berkekuatan M7,7 terjadi pada pukul 06.37.42 WIB dengan episenter berada di laut pada koordinat 5,80 derajat lintang utara dan 125,14 derajat bujur timur alias sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 47 kilometer.

BMKG mencatat tsunami pertama kali terdeteksi di Loloda, Maluku Utara, setinggi 9 sentimeter pada pukul 07.20 WIB. Gelombang kemudian terukur setinggi 18 sentimeter di Pulau Siau dan 32 sentimeter di Melonguane, Sulawesi Utara.

Pada pemantauan berikutnya, tsunami juga terdeteksi setinggi 30 sentimeter di Tahuna, 45 sentimeter di Paleleh, Sulawesi Tengah, 32 sentimeter di Tanjung Sidupa, 29 sentimeter di Bitung, serta 14 sentimeter di Ternate.

Adapun gelombang tertinggi tercatat di Palangeng, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, nan mencapai 75 sentimeter pada pukul 08.20 WIB.

Menurut Faisal, BMKG menerbitkan empat tahapan peringatan awal tsunami sesuai prosedur operasional standar. Peringatan pertama nan memuat parameter gempa dan status ancaman dirilis hanya tiga menit setelah gempa terjadi, disusul pembaruan parameter serta hasil pengamatan muka air laut pada tahap berikutnya.

Selain memicu tsunami, gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia. Guncangan terkuat dengan intensitas V MMI tercatat di Miangas dan Melonguane. Intensitas serupa juga dirasakan di Siau dan Tagulandang. Hingga pukul 10.00 WIB, BMKG mencatat 20 gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 3,9 hingga 6,7.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengakses info resmi melalui kanal komunikasi BMKG guna menghindari penyebaran info nan tidak dapat dipertanggungjawabkan. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia