Binti Mufarida
, Jurnalis-Minggu, 27 September 2026 |16:49 WIB

Blue Fire di Papandayan (Foto: Ist/Binti M)
JAKARTA - Fenomena api biru alias blue fire terlihat di area Kawah Manuk, Gunung Papandayan, pada 23–24 September 2026. Fenomena tersebut menarik perhatian masyarakat lantaran selama ini blue fire lebih dikenal dari area Kawah Ijen, Jawa Timur.
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati letak blue fire hanya demi mendapatkan foto alias video. Menurutnya, kejadian tersebut memang menarik secara visual, tetapi menunjukkan adanya lingkungan vulkanik aktif dengan gas panas nan dapat berbahaya.
“Fenomena api biru (blue fire) nan baru-baru ini terlihat (23–24 Sept 2026) di area Kawah Manuk Gunung Papandayan menarik perhatian masyarakat. Fenomena serupa paling terkenal di Kawah Ijen, Jawa Timur. Namun di kembali keindahannya, blue fire perlu dipahami sebagai pesan keselamatan, lantaran kemunculannya menunjukkan kita berada di lingkungan vulkanik aktif dengan gas panas nan dapat berbahaya,” kata Daryono, Minggu (27/9/2026).
Daryono menjelaskan, blue fire bukan merupakan lava nan berwarna biru. Nyala biru terjadi ketika gas alias material kaya sulfur nan keluar dari rekahan dan fumarola pada temperatur tinggi mengalami pembakaran saat berinteraksi dengan oksigen.
“Kemunculan blue fire tidak otomatis berfaedah gunung bakal segera meletus. Fenomena ini lebih menunjukkan adanya pelepasan gas panas (degassing) dan aktivitas fumarola alias sistem hidrotermal,” ujarnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·