Bisakah Tubuh Bertahan Tanpa Garam? Simak Penjelasan Ahli

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Bisakah Tubuh Bertahan Tanpa Garam? Simak Penjelasan Ahli Ilustrasi(Magnific)

GARAM sering kali mendapat gambaran jelek lantaran konsumsi berlebihan dapat meningkatkan akibat hipertensi. Namun, bukan berfaedah tubuh manusia bisa sepenuhnya lepas dari asupan garam.

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia, Agustino Zulys, menjelaskan garam merupakan unsur nan sangat krusial bagi tubuh. Bahkan, manusia memerlukan garam setiap hari untuk menunjang beragam kegunaan vital.

Melalui unggahan di akun IG pribadinya, Prof. Zulys menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan seseorang meninggal bumi andaikan tidak mengonsumsi garam sama sekali.

Tubuh Manusia Membutuhkan Garam

Menurut Prof. Zulys, di dalam tubuh manusia terdapat sekitar 100 hingga 250 gram garam nan berkedudukan dalam beragam proses biologis.

"Manusia bisa meninggal jika tidak makan garam. Kok bisa begitu? Setiap hari manusia itu butuh garam. Bahkan di dalam tubuh kita itu ada 100 sampai 250 gram garam," ujar dia dalam unggahan Kamis (4/6).

Ia menjelaskan salah satu kegunaan utama garam adalah membantu kerja sistem saraf. Garam mengandung natrium nan berkedudukan sebagai ion krusial dalam penghantaran sinyal antarsel saraf.

Tanpa kadar natrium nan memadai, proses komunikasi di dalam otak tidak dapat berjalan secara normal sehingga dapat mengganggu beragam kegunaan tubuh.

Berperan Penting untuk Kerja Jantung

Tak hanya otak, garam juga berkedudukan dalam menjaga irama debar jantung tetap normal. Prof. Zulys menerangkan sel-sel jantung bekerja melalui sistem pertukaran ion, termasuk natrium dan kalium. Sistem inilah nan memungkinkan jantung berdebar secara teratur.

Jika tubuh mengalami kekurangan garam, keseimbangan ion dapat terganggu sehingga memengaruhi kerja jantung dan sistem saraf.

"Kekurangan garam ini juga menyebabkan ancaman nan menyebabkan kerja jantung, kerja saraf kita bakal menjadi tidak normal," jelasnya.

Kekurangan dan Kelebihan Garam Sama-sama Berisiko

Meski penting, konsumsi garam tetap kudu diperhatikan. Prof. Zulys mengingatkan kelebihan garam juga dapat berakibat jelek bagi kesehatan. Asupan garam nan terlalu tinggi diketahui dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu hipertensi. Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk mengonsumsi garam dalam jumlah nan cukup, tidak berlebihan maupun terlalu sedikit.

"Kelebihan garam tidak bagus juga bakal menyebabkan hipertensi. Tapi kekurangan garam ini juga menyebabkan bahaya," katanya.

Oleh karena itu, menjaga keseimbangan asupan garam menjadi kunci untuk mendukung kegunaan organ-organ vital tubuh tetap bekerja dengan baik.

Penjelasan Prof. Zulys menunjukkan garam bukan sekadar penyedap makanan. Kandungan natrium di dalamnya mempunyai peran krusial dalam menjaga kegunaan saraf, otak, hingga jantung.

Karena itu, menghindari garam secara total bukanlah pilihan nan dianjurkan. Sebaliknya, konsumsi garam perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh agar manfaatnya tetap diperoleh tanpa meningkatkan akibat gangguan kesehatan. (Instagram/ @prof.zulys/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑