Bintang Jurassic Park, Sam Neill, Punya Riwayat Kanker Sebelum Meninggal

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Sam Neill. Foto: AFP/ANDER GILLENEA

Bintang Jurassic Park, Sam Neill, meninggal dunia pada Senin (13/7) di Sydney, Australia. Pemain movie Jurassic World ini mengembuskan napas terakhir pada usia 78 tahun.

Dilansir Variety, berita duka tersebut disampaikan family dalam pernyataan nan diunggah di Instagram. Sam Neill meninggal bumi dengan dikelilingi keluarga.

"Keluarga Sam Neill dengan penuh kesedihan mengumumkan bahwa Sam telah meninggal bumi pada Senin, 13 Juli, di Sydney, Australia. Sam mengembuskan napas terakhir dikelilingi family dan berpulang dengan penuh martabat, seperti langkah dia menjalani seluruh hidupnya," kata pihak keluarga.

Kepergian Neill untuk selama-lamanya terjadi secara mendadak. Keluarga tidak pernah menduganya. Karena Neill telah dinyatakan bebas kanker.

"Kehilangan ini terjadi secara mendadak dan tidak terduga. Namun kami berterima kasih lantaran Sam dinyatakan bebas dari kanker. Keluarga juga mau menyampaikan rasa terima kasih nan sebesar-besarnya kepada seluruh staf St Vincent's Private Hospital atas perawatan luar biasa nan telah mereka berikan," tutur pihak keluarga.

Pihak family saat ini meminta privasi lantaran mereka tetap diliputi rasa duka. "Informasi lebih lanjut bakal disampaikan kemudian. Untuk saat ini, kami memohon agar privasi family dihormati di tengah masa bersungkawa nan begitu berat ini," ucap mereka.

Sam Neill. Foto: AFP/JOHN MACDOUGALL

Sam Neill Sempat Didiagnosis Derita Kanker Darah

Setelah selesai syuting Jurassic World Dominion (2022), Neill mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis menderita angioimmunoblastic T-cell lymphoma stadium 3, salah satu jenis kanker darah. Ia kudu menjalani kemoterapi. Pada April lalu, Neill menyatakan telah bebas dari kanker.

CEO Screen Producers Australia, Matthew Deaner, mengenang Neill sebagai salah satu tokoh terbesar industri perfilman Australia dan Selandia Baru.

"Sam Neill adalah salah satu sosok paling berpengaruh dalam bumi perfilman Australia dan Selandia Baru. Bakat luar biasa dan profesionalismenya memperkaya begitu banyak produksi serta menginspirasi generasi sineas dan aktor," kata Deaner.

Menurut Deaner, para produser dari Australia merasa beruntung pernah bekerja sama dengan Neill. Kontribusi Neill terhadap bumi perfilman di Australia tidak ternilai.

"Dan warisannya bakal terus menginspirasi industri serta penonton selama bertahun-tahun mendatang," tuturnya.

Sam Neil menghadiri pemutaran perdana serial baru Peacock "Apples Never Fall" di Academy Museum of Motion Pictures di Los Angeles, California, pada 12 Maret 2024. Foto: Jon Kopaloff/Getty Images/AFP

Lahir di Irlandia Utara dan dibesarkan di Selandia Baru, Neill menjadi salah satu figur krusial dalam perkembangan perfilman di area tersebut. Namanya mulai dikenal lewat Sleeping Dogs (1977), movie layar lebar pertama di Selandia Baru nan diproduksi menggunakan format 35 mm.

Dua tahun kemudian, dia membintangi My Brilliant Career berbareng Judy Davis. Film garapan Gillian Armstrong itu menjadi salah satu karya paling berpengaruh dalam gelombang baru perfilman Australia pada era 1970-an dan sukses besar secara internasional.

Pada 1981, Neill kembali mencuri perhatian lewat dua movie horor, ialah Omen III: The Final Conflict dan Possession. Dalam movie Omen III: The Final Conflict, dia berkedudukan sebagai Damien Thorn jenis dewasa. Sementara itu, Possession karya Andrzej Żuławski merupakan salah satu movie seram psikologis paling ikonik.

Neill juga bermain dalam serial Reilly: Ace of Spies (1983) nan membawanya meraih nominasi Golden Globe dalam kategori Aktor Terbaik dalam Miniseri alias Film Televisi.

Dalam movie Jurassic Park, Neill berkedudukan sebagai Dr. Alan Grant. Dalam wawancara dengan Forbes, Neill pernah menggambarkan karakter tersebut sebagai sepasang sepatu bot tua nan sangat nyaman.

"Saya selalu menganggap Alan Grant seperti sepasang sepatu bot lama nan nyaman. Mungkin sudah melewati masa terbaiknya, tetapi tetap sangat nyaman dipakai dan tidak bakal pernah saya tinggalkan. Begitu mengenakan sepatu bot dan topinya, saya langsung kembali menjadi Alan Grant," kata Neill.

Neill juga menilai bahwa kekuatan franchise Jurassic bukan terletak pada dinosaurusnya. Jurassic bukanlah movie tentang dinosaurus.

"Ini adalah movie tentang manusia biasa nan ditempatkan dalam situasi luar biasa. Manusialah nan menghidupkan cerita. Dinosaurus tidak bisa menjadi tokoh utama lantaran minat mereka sangat terbatas, mereka hanya mau berkembang biak dan memangsa," ucapnya.

Sam Neil menghadiri pemutaran perdana serial baru Peacock "Apples Never Fall" di Academy Museum of Motion Pictures di Los Angeles, California, pada 12 Maret 2024. Foto: Jon Kopaloff/Getty Images/AFP

Sam Neill lahir dengan nama Nigel John Dermot Neill di Omagh, County Tyrone, Irlandia Utara. Pada usia tujuh tahun, dia pindah berbareng keluarganya ke Christchurch, Selandia Baru, dan mulai menggunakan nama Sam, nan kemudian menjadi nama profesionalnya.

Ia mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi tokoh lantaran semasa mini mengalami gagap nan cukup parah.

"Saya adalah anak nan sangat pendiam. Saya tidak mau orang dewasa membujuk saya berbincang lantaran saya tahu saya tidak bakal bisa menjawab. Baru ketika berumur sekitar 14 alias 15 tahun, gagap itu mulai menghilang. Bersamaan dengan itu, rasa percaya diri saya juga mulai tumbuh," ungkap Neill.

Neill mulai berakting di atas panggung saat kuliah di University of Canterbury sebelum berkarier secara ahli melalui televisi dan movie pendek di Selandia Baru.

Neill telah dua kali bercerai. Ia meninggalkan dua orang anak, ialah Tim dari pernikahannya dengan aktris Lisa Harrow, musuh mainnya dalam Omen III, serta Elena dari pernikahannya dengan perias wajah Noriko Watanabe.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan