BIN Beri Atensi soal 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia: Kita Dalami Lebih Lanjut

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra tiba di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra menanggapi soal laporan delapan penduduk negara Indonesia (WNI) nan direkrut untuk berasosiasi dengan angkatan bersenjata Federasi Rusia.

Herindra menyebut BIN telah memberikan atensi terhadap perihal tersebut.

“Pastilah (jadi atensi BIN),” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9).

Akan tetapi, Herindra mengatakan BIN tetap bakal mendalami mengenai persoalan tersebut. Termasuk, salah satunya apakah Indonesia menjadi sasaran perekrutan tentara Rusia.

“Ntar kita dalami lebih lanjut ya,” kata Herindra.

Tentara persediaan Rusia nan baru ikut serta dalam training di wilayah Donetsk, Ukraina nan dikuasai Rusia di wilayah Donetsk, Ukraina nan dikuasai Rusia. Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia memverifikasi info mengenai 8 penduduk negara Indonesia (WNI) nan disebut oleh Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (Foreign Intelligence Service of Ukraine/FISU) telah direkrut untuk berasosiasi dengan angkatan bersenjata Federasi Rusia.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan, info tersebut perlu diverifikasi secara menyeluruh, mulai dari identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, hingga corak keterlibatan masing-masing WNI.

“Informasi nan disampaikan pihak Ukraina tentu kita cermati. Tetapi kita tidak boleh langsung mengambil konklusi sebelum seluruh faktanya diverifikasi. nan kudu dipastikan adalah siapa orangnya, gimana proses perekrutannya, apa nan ditawarkan kepada mereka, dan apakah betul mereka kemudian masuk ke dalam dinas militer Rusia,” kata Yusril dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/9).

video from internal kumparan

Sedangkan FISU mengungkap telah memperoleh sejumlah arsip nan diklaim berangkaian dengan perekrutan sedikitnya delapan WNI ke dalam barisan militer Rusia.

Delapan WNI nan disebut dalam laporan tersebut ialah Yuda Putra Pratama, Haryanto Dwi Kencana, Erwanda, Ngangun Hudri Fadli, Muhammad Syaripudin, M Hadi Maulana, Wahyu Oktavian Iskandar, dan Helmi Nuraha Hakim.

Menurut laporan FISU, para WNI tersebut diduga awalnya direkrut dengan tawaran pekerjaan dan iming-iming penghasilan tinggi, tugas non-tempur, percepatan memperoleh kebangsaan Rusia, serta beragam tunjangan sosial.

FISU menyebut, para perekrut menggunakan tawaran pekerjaan untuk menarik penduduk asing nan kemudian dapat diarahkan ke dinas militer.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan