Biaya Selangit Punya Mobil di Singapura, Rp 1,8 M Hanya untuk Sertifikat!

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Butuh biaya besar untuk mempunyai mobil di Singapura. Sebab, pembeli mobil di negara tersebut kudu merogoh kocek hingga nyaris US$ 100.000 alias sekitar Rp 1,8 miliar (kurs Rp 18.000) hanya untuk mendapatkan sertifikat kepemilikan mobil kecil.

Dikutip dari Reuters, Kamis (9/7/2026), nominal tersebut muncul setelah biaya dalam sistem kuota kendaraan Singapura mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada Rabu (8/7) waktu setempat. Sebagai informasi, pemerintah Singapura menerapkan sistem Certificate of Entitlement (COE) alias sertifikat kewenangan kepemilikan.

Warga nan mau mempunyai mobil wajib memenangkan lelang sertifikat ini agar diizinkan mempunyai kendaraan selama 10 tahun. Kebijakan ini diberlakukan guna membatasi populasi kendaraan di jalan raya agar tidak lebih dari 1 juta unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Punya Mobil Butuh Rp 2,5 M

Harga satu sertifikat izin mobil mini sekarang setara dengan biaya untuk membeli empat unit mobil Toyota Corolla di Amerika Serikat (AS). Jika ditotal dengan nilai kendaraan, biaya registrasi, dan pajak, satu unit mobil mini di Singapura bisa menelan biaya hingga 179.888 dolar Singapura alias setara US$ 139.000 alias Rp 2,5 miliar.

Jika dibandingkan dengan pendapatan penduduk Singapura, rata-rata penghasilan tahunan rumah tangga sebesar 149.352 dolar Singapura. Mobil di Singapura jauh melampaui nilai sebuah apartemen mini bersubsidi pemerintah nan dipatok mulai dari 139.000 dolar Singapura.

Di hadapan parlemen, Menteri Transportasi Singapura, Jeffrey Siow, mengatakan tingginya nilai ini disebabkan oleh permintaan nan tetap kuat, terutama dipicu oleh nilai mobil listrik nan semakin kompetitif. Di sisi lain, kuota sertifikat untuk kendaraan mini nan tersedia di pelelangan justru terus menyusut.

Harga sertifikat ini naik empat kali lipat dibandingkan masa sebelum pandemi dan belum menunjukkan tanda-tanda bakal melandai. Sebagai catatan, pada lelang pertama tahun ini, nilai sertifikat tetap berada di nomor US$ 78.844.

Fenomena ini memaksa banyak produsen otomotif dunia melakukan strategi unik di pasar Singapura. Mereka sengaja menurunkan performa mesin pada model-model terkenal agar kendaraan tersebut masuk dalam pengelompokkan kapabilitas mesin di bawah 1,6 liter. Dengan begitu, pembeli bisa mendapatkan kualifikasi sertifikat nan lebih murah.

(rea/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance