Anggie Ariesta
, Jurnalis-Rabu, 19 Agustus 2026 |15:50 WIB

Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian dunia tetap berada dalam kondisi lemah nan diiringi tingginya ketidakpastian di pasar finansial internasional. (Foto: Okezone.com/BI)
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian dunia tetap berada dalam kondisi lemah nan diiringi tingginya ketidakpastian di pasar finansial internasional. Kondisi ini dipicu oleh eskalasi bentrok geopolitik di Timur Tengah nan kembali mendongkrak nilai minyak dan komoditas utama dunia.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti menjelaskan bahwa melambatnya pemulihan ekonomi dunia bakal menahan laju pertumbuhan di tingkat dunia pada tahun ini.
"Pertumbuhan ekonomi bumi 2026 belum kuat nan diprakirakan sekitar 3,0 persen," ujar Destry dalam konvensi pers pengumuman hasil RDG BI Bulan Agustus 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Di samping laju pertumbuhan nan moderat, tekanan inflasi dunia diproyeksikan tetap membumbung tinggi di kisaran 4,5 persen sepanjang tahun 2026. Kondisi tersebut memaksa bank sentral bumi mempertahankan respons kebijakan moneter nan sangat ketat.
Salah satu dampaknya adalah potensi kenaikan suku kembang kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), Fed Funds Rate (FFR), nan diperkirakan bakal kembali menanjak pada kuartal IV-2026.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·