Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) melaporkan pada Juli 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh sebesar 1,1% (yoy). IPR ini meningkat dibandingkan dengan realisasi pada Juni 2026 nan mengalami kontraksi sebesar 3,0% (yoy).
"Kinerja tersebut terutama didorong oleh peningkatan pertumbuhan penjualan secara tahunan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Kelompok Barang Lainnya," menurut Survei Penjualan Eceran (SPE) BI.
Secara bulanan, penjualan satuan pada Juli 2026 tercatat terkontraksi sebesar 0,1% (mtm) dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah.
Ke depan, BI memprakirakan keahlian penjualan satuan pada Agustus 2026 bakal tetap tumbuh, meski dengan laju nan melambat dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan SPE BI, Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 diprakirakan tercatat sebesar 224,6, alias tumbuh 0,5% secara tahunan (yoy) - melambat dibandingkan realisasi Juli 2026 nan tumbuh 1,1% (yoy).
BI menjelaskan, pertumbuhan penjualan satuan pada Agustus 2026 terutama ditopang oleh Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, dengan indeks 150,0 alias tumbuh signifikan 10,1% (yoy). Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau turut menopang dengan pertumbuhan 0,7% (yoy) pada level indeks 317,6.
Di sisi lain, beberapa golongan tetap mengalami kontraksi tahunan meski kondisinya membaik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya - di antaranya Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi nan terkontraksi 1,7% (yoy), serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi nan terkontraksi 1,2% (yoy).
Sementara itu, secara bulanan (mtm), keahlian penjualan satuan Agustus 2026 diprakirakan relatif stabil dibandingkan Juli 2026. Beberapa golongan nan diprakirakan meningkat secara bulanan antara lain Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi (2,5% mtm), Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (2,3% mtm), dan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori (0,8% mtm).
BI menyebut, permintaan pada kelompok-kelompok tersebut tetap terjaga sejalan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia.
Data ini juga selaras dengan proyeksi tekanan inflasi nan diperkirakan menurun. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk Oktober 2026 dan Januari 2027 masing-masing tercatat sebesar 146,5 dan 166,0 - lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya nan tercatat 155,2 dan 168,1.
Secara spasial, keahlian penjualan satuan Agustus 2026 diprakirakan tumbuh di sebagian besar kota cakupan survei, dengan pertumbuhan tertinggi diperkirakan terjadi di Manado (24,1% yoy), diikuti Medan (21,6% yoy) dan Bandung (10,7% yoy).
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·