Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI Firman Mochtar (tengah).(MI/Insi Nantika Jelita)
BANK Indonesia (BI) memutuskan untuk melonggarkan ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan guna menjaga kecukupan likuiditas. Langkah ini diambil menyusul pertumbuhan kredit nan melaju lebih sigap dibandingkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) per September 2026.
Berdasarkan info nan disampaikan dalam Taklimat Media di Jakarta, Jumat (23/10), angsuran tumbuh sebesar 13,26% secara tahunan (yoy), sementara DPK hanya tumbuh 8,22% yoy. Untuk merespons kesenjangan tersebut, BI bakal menurunkan GWM secara berjenjang dari 9% menjadi 8% mulai 1 November, dan bersambung menjadi 7% pada 1 Desember 2026.
Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI, Firman Mochtar, menjelaskan bahwa pelonggaran ini diperlukan untuk menyeimbangkan likuiditas perbankan dengan kebutuhan pembiayaan nan terus meningkat. "Perlu ada dorongan agar likuiditas kembali dalam pemisah nan seimbang," ujar Firman.
Penurunan GWM tahap pertama diproyeksikan bakal menambah likuiditas perbankan sekitar Rp90 triliun. Selain GWM, BI juga menyesuaikan suku kembang Deposit Facility (DF) sebagai pemisah bawah koridor suku kembang operasional. Dengan BI Rate di level 5,75%, penyesuaian ini diharapkan membikin transmisi kebijakan moneter ke pasar duit dan perbankan melangkah lebih efektif.
Dari sisi makroprudensial, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Mal Isnaini Sri Meyyanti, menekankan pentingnya menjaga ketahanan perbankan di tengah pelonggaran likuiditas. Ia menyebut bahwa meskipun permintaan angsuran tinggi, baik dari sektor korporasi maupun konsumsi rumah tangga, bank kudu tetap memperhatikan kualitas angsuran dan kecukupan modal.
BI juga melakukan penyesuaian pada Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk memberikan elastisitas lebih besar bagi bank. "Kami tetap berupaya menjaga agar pelonggaran likuiditas tersalurkan kepada kredit, terutama pada sektor produktif," kata Yanti.
Melalui sinergi kebijakan moneter dan makroprudensial ini, Bank Indonesia berambisi momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dengan stabilitas sistem finansial nan tetap terkendali hingga akhir tahun 2026. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·