BI Kucurkan Likuiditas Rp930 Triliun Lewat Repo dan FX Swap

Sedang Trending 1 hari yang lalu
BI Kucurkan Likuiditas Rp930 Triliun Lewat Repo dan FX Swap Gubernur BI Destry Damayanti.(Dok. Metrotvnews)

BANK Indonesia (BI) menyiapkan likuiditas melalui sejumlah instrumen untuk menjaga kecukupan biaya di sistem finansial nasional. Gubernur BI Destry Damayanti mengungkapkan bahwa penyediaan likuiditas melalui sistem repo dan transaksi FX swap telah mencapai kisaran Rp920 triliun hingga Rp930 triliun.

"Yang krusial Bank Indonesia pun juga menyiapkan likuiditas dalam corak repo. Kalau kita lihat repo termasuk FX swap, jadi biaya asing masuk kemudian dia dirupiahkan, itu sudah mencapai sekitar Rp920 triliun-Rp930 triliun. Artinya itu kan likuiditas nan kembali ke sistem," ujar Destry dalam aktivitas Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Kamis (3/9).

Destry menekankan bahwa pengelolaan likuiditas bukan hanya menjadi tanggung jawab bank sentral, melainkan juga pemerintah. Sinergi antara kedua lembaga tersebut sangat krusial, terutama mengenai koordinasi penempatan hingga penarikan biaya pemerintah di perbankan agar tidak mengganggu stabilitas pasar.

Menurutnya, saat ini sudah terdapat agenda alias timeline nan jelas mengenai kapan biaya pemerintah bakal ditarik dari sistem perbankan. Komunikasi nan intensif antara pemerintah dan BI menjadi kunci utama dalam memastikan kesiapan likuiditas tetap terjaga dengan baik.

Sebagai informasi, BI menggunakan transaksi repo sebagai instrumen operasi moneter untuk menyuplai likuiditas bagi perbankan melalui sistem transaksi surat berharga. Sementara itu, instrumen FX swap digunakan untuk mengelola likuiditas dengan langkah pertukaran kurs asing dan Rupiah dalam jangka waktu tertentu.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya berkepanjangan Bank Indonesia dalam memastikan pasar duit dan sistem perbankan mempunyai daya tahan nan kuat di tengah dinamika ekonomi dunia maupun domestik. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia