Bank Indonesia (BI) menyatakan kebijakan meningkatkan suku bunga referensi sebesar 100 pedoman poin, dari 4,75% menjadi 5,75% pada Mei dan Juni, sukses menarik masuk dana asing senilai Rp 195 triliun. Dana itu masuk ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Hasil positif itu salah satunya nan membikin BI mempertahankan suku kembang pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli di level 5,75%.
"Dengan kami meningkatkan 100 pedoman poin alias 1% sejak di akhir bulan Mei alias RDG (Rapat Dewan Gubernur -red) Mei, kemudian Juni, kurang lebih satu bulan itu naik 100 pedoman poin, maka nan terjadi adalah repricing alias penyesuaian nilai dari aset-aset domestik kita seperti SBN ataupun SRBI," ujar Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, dalam paparannya via Zoom di aktivitas Editors Briefing BI di Parapat, Sumatera Utara, Jumat (31/7).
Menurut Destry, penyesuaian nilai tersebut direspons pasar dengan derasnya aliran modal asing masuk.
"Sehingga di awal minggu ini, kita sudah memandang inflow (dana asing masuk -red) untuk SBN dan SRBI sebesar Rp 195 triliun, dan itu nilainya lebih dari 10 billion (miliar) USD. Jadi ini relatif besar," kata Destry.
Ia menyebut masuknya biaya asing krusial bagi BI lantaran berkontribusi memperkuat persediaan devisa sekaligus menambah likuiditas di pasar finansial domestik.
"Sehingga tentunya kita berambisi bahwa ekonomi kita alias Rupiah kita bakal bisa kita manage dengan lebih stabil," ujar Destry.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·