BGN Tutup Permanen SPPG Bawang Batang Buntut Kasus Keracunan Makanan

Sedang Trending 1 hari yang lalu
BGN Tutup Permanen SPPG Bawang Batang Buntut Kasus Keracunan Makanan BGN menutup permanen SPPG di Kecamatan Bawang, Batang, Jawa Tengah.(Dok. Antara)

BADAN Gizi Nasional (BGN) resmi menutup secara permanen operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Keputusan ini diambil menyusul adanya dugaan kasus keracunan makanan nan menimpa para penerima faedah di wilayah tersebut.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Batang, Suyono, mengonfirmasi bahwa kepastian penutupan dapur umum tersebut telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Meski info penutupan sudah terdengar sejak Minggu lalu, pihak wilayah baru berani menyampaikannya setelah mendapat kepastian operasional.

"Sebetulnya penutupan permanen itu sudah sejak hari Minggu nan lampau saya dengar informasinya. Akan tetapi, saya belum berani menyampaikan lantaran belum ada secara tertulis dari pusat," ujar Suyono di Batang, Kamis (15/10).

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Batang tetap menunggu salinan arsip resmi mengenai hasil uji laboratorium sampel makanan nan memicu keracunan massal tersebut. Suyono menegaskan bahwa perincian penyebab keracunan belum dapat dibeberkan ke publik sebelum hasil resmi diterima dari pihak berwenang.

Untuk menjamin keberlanjutan asupan gizi ratusan penerima faedah di Kecamatan Bawang, pemerintah wilayah telah berkoordinasi dengan koordinator wilayah (korwil). Penyaluran makanan MBG nantinya bakal dialihkan dan ditopang oleh SPPG terdekat melalui skema nan diatur langsung oleh sistem pusat.

Suyono, nan juga menjabat sebagai Wakil Bupati Batang, memastikan bahwa SPPG pengganti bakal diawasi ketat guna menjamin kapabilitas produksi dan kepatuhan standar keamanan pangan. Satgas juga menginstruksikan seluruh pengelola dapur umum MBG untuk melakukan pertimbangan menyeluruh sebelum dilakukan inspeksi mendadak (sidak).

"Seluruh SPPG kudu memenuhi SOP. Kalau tidak memenuhi SOP, dari sekarang dibenahi sebelum saya turun ke sarana keseluruhan di lapangan," tegasnya. Pengawasan bakal difokuskan pada rantai sanitasi, pengolahan bahan pangan, hingga prosedur penyajian untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑